Sebaran Kabut Asap Mulai Meluas
Sebaran kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meluas. Penduduk di kawasan Suak Puntong
* Karhutla di Aceh Barat, Nagan Raya, dan Bener Meriah
SUKA MAKMUE - Sebaran kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meluas. Penduduk di kawasan Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Minggu (28/2/2021) kemarin mulai merasakan kabut asap tersebut, meski masih tipis-tipis.
Hingga kemarin, informasi yang diperoleh Serambi, karhutla di Suak Puntong belum berhasil dipadamkan. Tim gabungan dari BPBD, Polres, Kodim 0116, dan Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor sudah dua hari dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Upaya pemadaman karhutla itu dipimpin langsung oleh Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi, Dandim Letkol Inf Guruh Tjahyono, dan Kapolres AKBP Risno serta Danki Brimob Kuala, Iptu Nurdin.
Untuk memadamkan api, personel gabungan membawa selang dan mesin robin, serta armada pemadam kebakaran. Mereka berjibaku di tengah asap yang mengepung. Diperkirakan total luas lahan terbakar mencapai 6 hektare.
"Upaya pemadaman masih terus kami lakukan dengan TNI-Polri," kata Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi kepada Serambi, Minggu (28/2/2021).
Ia menyebutkan, titik lokasi karhutla itu berada tidak jauh dari PLTU 1-2 (milik PLN) dan PLTU 3-4 (milik swasta). Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dan beberapa kebun sawit milik masyarakat. Dikhawatirkan, bila kebakaran lahan terus meluas, maka api akan semakin mendekati lokasi PLTU.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno mengatakan sedang menyelidiki penyebab karhutla di Suak Puntong. Saat ini, pihaknya mengaku masih fokus pada upaya pemadaman yang dilakukan pihaknya bersama TNI dan BPBD. "Masih lidik," katanya.
Terpisah, karhutla di kawasan Gampong Peunaga Cut Ujong, Kabupaten Aceh Barat, juga belum berhasil dipadamkan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri secara bersama memadamkan api di daerah tersebut dengan menggunakan 3 unit armada pemadam dan 4 unit mesin air.
Kepala BPBD Aceh Barat, Mukhtaruddin, mengatakan, lahan yang terbakar sebagiannya merupakan kebun kelapa sawit dan sebagian lainnya adalah lahan kosong.
Kondisi kemarin, kepulan asap terlihat membumbung tinggi. Meski demikian, karena lokasinya yang jauh dari pemukiman penduduk, asap karhutla belum dirasakan masyarakat.
“Kebakaran tidak begitu meluas, akan tetapi yang membuat panik karena kepulan asap saja yang terlalu besar. Tetapi semua personel cukup terkontrol dalam upaya pemadaman ini,” ujar Mukhtaruddin.
Sejauh ini, kondisi mulai tenang karena tidak terlihat api yang menyala. Titik api juga hanya terlihat di satu lokasi, yakni di kawasan Peuna Cut Ujong. Total luas lahan terbakar disebutkan Mukhtaruddin mencapai sekitar 1 hingga 2 hektare.
“Kita minta semua pihak dan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, sebab kabut asap itu akan mengganggu masyarakat sekitar,” imbaunya.
TNI lakukan patroli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/madamkan-karhutla.jpg)