Jumat, 8 Mei 2026

Internasional

Tim Ulama Cafe Town Coba Sadarkan Geng Kriminal Afrika Selatan, Ini Sepak Terjangnya

Tim ulama Afrika Selatan telah menjalankan misi selama tiga tahun terakhir untuk membawa perdamaian ke geng kriminal dan geng narkoba.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
BBCNews
Seorang muazin mengumandankan azan di Masjid Manenberg, Cape Town, Afrika Selatan. 

Kotapraja ini diperkirakan memiliki populasi lebih dari 52.000 orang, sebagian besar beragama Kristen, dan pengangguran, kemiskinan, kejahatan, dan kekerasan geng tersebar luas.

Saat ini ada gencatan senjata di Manenberg antara geng-geng tersebut, yang mengikuti periode intens perkelahian geng.

Meskipun daam beberapa jam sebelum dzikir ini terjadi ada penembakan di flat ini.

Selama akhir pekan empat pria tewas dalam penembakan geng yang terlihat di dekat Dataran Mitchells.

Penyelenggara dzikir merasa kekerasan tidak akan pernah ada habisnya, karena pemerintah tidak melakukan upaya yang tepat untuk menanganinya.

Bagi Syekh Isaacs, dialog yang melibatkan pemuka agama yang berbeda-beda komunitas akan menjadi awal yang baik:
"Kejahatan tidak memiliki batasan dan tidak membedakan agama," jelasnya.

Dia juga merasa pihak berwenang harus mengatasi kepadatan penduduk denan membantu orang-orang pindah ke daerah lain daripada membangun lebih banyak rumah susun di kotapraja.

Dzikir dibacakan oleh Muslim di seluruh dunia dan memiliki nada khusus untuk pelafalan.

Itu terjadi setelah matahari terbenam dan sebelum shalat malam wajib bagi umat Islam.

Cape Malays, komunitas etnis campuran Asia yang telah ada di Afrika Selatan selama beberapa generasi, memiliki keunikan tersendiri.

Beberapa orang Kristen yang tinggal di kotapraja juga hadir dan menonton acara dari apartemen terdekat mereka.

Baca juga: Terkait Teroris di Aceh, Kapolda Minta Ulama Tangkal Paham Radikal

Sheikh Sameeg Norodien, salah satu pendiri sesi dzikir Manenberg, menyiapkan sepanci makanan untuk para jamaah.

Ada kebiasaan di Cape Town di mana orang diberi kue atau sesuatu yang manis untuk dimakan dikenal sebagai "niyaz" - setelah pertemuan.

Tetapi karena Manenberg adalah komunitas yang miskin, para jamaah diberi makanan hangat setelah zikir.

Manenberg dinyatakan sebagai zona bahaya merah oleh pihak berwenang pada pertengahan 2015.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved