500 Pengurus Majelis Ulama Indonesia Disuntik Vaksin Covid-19, Cholil Nafis: Kayak Digigit Semut
Wakil Sekretaris Jendral MUI sekaligus Satgas Nasional MUI, Muhammad Ziyad mengatakan vaksin juga diberikan kepada keluarga pengurus MUI.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - 500 pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) termasuk keluarga mendapat vaksin virus corona (Covid-19) dari pemerintah.
Vaksinasi digelar di kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (3/3/2021).
Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah Cholil Nafis mengatakan penyuntikan vaksin digelar dua kali guna menghindari kerumunan orang. Untuk hari ini, tahap awal untuk pimpinan MII termasuk dirinya.
"Hari ini 250 orang tahap awal, tingkat pimpinan MUI, pimpinan komisi yang divaksin hari ini. Tahap kedua nanti juga 250, jadi ini kan 500 semua," ujar Cholil.
Ia mengaku belum merasakan efek usai disuntik vaksin. Hanya terasa seperti digigit semut.
"Alhamdulillah nyaman kok, ikhlaskan saja jadi pas jarum masuk itu kaya digigit semut gak ada rasa apa-apa, nyaman kok," imbuhnya.
Baca juga: Semua Sekolah Belajar Tatap Muka Mulai Juli, Nadiem Anjurkan Dana BOS untuk Prokes
Baca juga: Guru Sacramento Dapat Ancaman Dibunuh, Praktekkan Mata Sipit, Jelaskan Rasisme di Kelas Zoom
Baca juga: Terbang dengan Heli dari Banda Aceh, Gubernur dan Pangdam Tinjau Karhutla di Nagan Raya & Aceh Barat
Vaksinas kemarin, kata dia, merupakan tanggungjawab pengurus MUI. "Kalau pimpinannya (pengurus MUI) sudah divaksin berarti (MUI) bertanggung jawab dunia akhirat, Allah yang menakdirkan, dan kami sudah mengatakan halal," kata Cholil.
"Tetap Allah yang menyembuhkan, tapi ada upaya manusianya," tambahnya.
Cholil lalu berpesan agar masyarakat bersedia divaksin. Ia memastikan vaksin yang digunakan pemerintah halal. Bahkan para ulama tak keberatan disuntik.
"Kita ingin mengirim pesan bahwa ulama divaksin. Maka umat, mari kita mengikuti ulamanya. Bahwa vaksin ini halal aman dan imun untuk kita semuanya," tutur Cholil.
Di tempat yang sama, Wakil Sekretaris Jendral MUI sekaligus Satgas Nasional MUI, Muhammad Ziyad mengatakan vaksin juga diberikan kepada keluarga pengurus MUI.
"(Keluarga) Masuk. Dengan istrinya juga didaftarkan," kata dia.
Baca juga: Gabung Petronas Yamaha, Valentino Rossi Miliki Keuntungan Berlimpah
Baca juga: Gubernur Aceh dan Pangdam IM Tinjau Karhutla di Nagan Raya dan Aceh Barat
Baca juga: Demam dan Sakit Kepala Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Cara Mengatasinya
Dari pantauan di lokasi, sejak pukul 08.00 WIB aktivitas vaksinasi di gedung MUI telah dilakukan. Vaksinasi digelar di halaman parkir Gedung MUI. Vaksinasi pertama di Gedung MUI disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat bersabar untuk proses vaksinasi secara menyeluruh. Hal ini karena stok vaksin menjadi rebutan dunia internasional. Disampaikan Budi Gunadi saat meninjau vaksinasi di Gedung MUI Pusat.
"Vaksin ini menjadi rebutan di seluruh dunia. Banyak negara belum bisa mendapatkan vaksinnya, termasuk beberapa negara maju baru mulai beberapa di Asia. Jadi Indonesia ini bersyukur kita bisa dapat, karena masih menajdi rebutan di seluruh dunia," ujarnya.
Budi menyebutkan persaingan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 termasuk berat karena semua negara di dunia membutuhkan. PBeberapa negara maju di Asia bahkan baru mulai melaksanakan vaksinasi perdana beberapa hari ini.
Indonesia termasuk cepat dalam melaksanakan vaksinasi dan mendapat kebertuntungan karena mendapatkan jatah vaksin banyak.
"Dari total 7,8 miliar populasi manusia di bumi, sebanyak 70 persennya atau sekitar 5,5 miliar jiwa butuh 11 miliar vaksin agar mendapatkan herd immunity, maka proses vaksinasi bertahap dan butuh waktu," kata dia.
Ia memberi harapan, bulan Juli nanti sebagian masyarakat akan sudah bisa divaksin.
"Memang bertahap ini vaksinasinya, jadi bapak dan ibu mohon bersabar, sampai Juni mungkin 20 persen penduduk yang bisa divaksin, kita berusaha mendapatkan vaksin sebanyak-banyaknya, sisanya pada Juli insya Allah bisa sebagian rakyat divaksin," ujarnya.
Ia menyebutkan agar herd immunity di Indonesia tercapai, dia mengatakan, maka harus ada 70 persen masyarakat usia 18 tahun ke atas yang divaksin.
Ia menargetkan vaksinasi Indonesia untuk setidaknya 181 juta penduduk Indonesia. Hal seperti ini perlu dipahami karena vaksin bukan hanya untuk individu, melainkan untuk kelompok.
"Vaksin bukan hanya melindungi kita, melainkan melindungi saudara kita, tetangga kita, seluruh orang Indonesia, karena percuma kalau cuma 50 persen. Vaksin bukan hanya untuk kepentingan individu, melainka ini sesuatu yang benar-benar bermanfaat untuk orang yang lebih lemah, orang-orang tua, comorbid, yang mungkin tidak bisa divaksin, kita bisa bantu melindungi mereka," katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan terimakasih kepada MUI karena mau menunjukkan kepada masyarakat kemauan divaksin.
"Saya ingin sampaikan terimakasih keapda MUI yang mau menunjukkan, mengajak masyarakat mau divaksin, karena tetap, yang harus divaksin, harus mencapai 70 persen dari populasi kita di atas 18 tahun, kita targetkan 181 juta penduduk kita," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan akan mensosialisasikan kepada tokoh MUI seluruh Indonesia dari 34 provinsi.
"Yang kedua seperti kita ketahui bahwa vaksin adalah ikhtiar memutus rantai Covid-19 yang insya Allah kita berdoa bertawakkal kepada Allah SWT semoga Covid-19 lekas sirna," katanya. (tribun network/denis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jokowi-menjadi-penerima-vaksin-covid-19-sinovac-pertama-di-indonesia.jpg)