Indonesia Canangkan Pemanfaatan Energi Terbarukan Secara Bertahap, Potensi Tersebar Seluruh Daerah
Indonesia sudah mencanangkan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan yang dituangkan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) sebagaimana ketentuan...
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Indonesia sudah mencanangkan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan yang dituangkan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) sebagaimana ketentuan PP Nomor 79 tahun 2014 dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017.
Peningkatan dilakukan secara bertahap mulai dari 23 persen pada tahun 2025 dan 32 persen pada tahun 2050 dalam bauran penggunaan energi nasional.
Hal itu disampaikan Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Dr Surya Darma MBA di Jakarta, Rabu (3/3/2021).
“Kententuan ini tentu saja membawa konsekuensi untuk harus dilaksanakan dan membuat berbagai strategi untuk pencapaian. Upaya ini dapat didukung oleh potensi energi terbarukan yang tersebar di seluruh pelosok negeri baik provinsi, kabupaten/kota maupun desa-desa terpencil dan tertinggal,” ujarna Surya Darma yang juga Ketua umum PP Taman Iskandar Muda (PP TIM).
Dijelaskan, potensi energi terbarukan itu mencakup air, panas bumi, bioenergi, angin, matahari dan energi laut. Indonesia memiliki kekayaan itu yang sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan energi nasional nasional saat ini.
Karena itu, ia minta semua pihak harus menyadari hal itu, dan menilai dukungan dari Kementerian Dalam Negeri terhadap bidang energi terbarukan tentu memberikan semangat dorongan pada pemerintah daerah provinsi/kabupatne/kota untuk lebih giat melakukan pengembangan energi terbarukan di daerahnya masing-masing.
Selama ini, katanya, Indonesia masih mengandalkan penggunaan energi fosil terutama minyak dan gas bumi serta batubara. Migas itu sebagai besar kita impor lebih dari 65 persen untuk kepentingan dalam negeri sedangkan batubara akan memiliki konsekuensi menghasilkan karbon emisi yang kebih besar sehingga mendapat tantangan yang sangat kuat dari sisi lingkungan.
"Karena itu, sekali lagi, Surya Darma menyambut gembira pandangan Menteri Dalam Negeri pak Tito terhadap upaya mendorong pemanfaatan energi terbarukan di daerahnya masing-masing. termasuk merubah Asosiasi dari ADPM (Asosiasi Daerah Penghasil Migas) menjadi ADPMET dengan menambah energi terbarukan di belakangnya,” ujar Surya Darma.
Sebelumnya, Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengatakan, Indonesia memiliki banyak potensi sumber energi terbarukan. Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki energi matahari atau solar energi yang tidak pernah habis. Indonesia juga memiliki potensi energi air, baik dari sungai maupun laut.
Menteri Dalam negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan hal itu saat memberi sambutan sekaligus mengukuhkan kepengurusan Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Periode 2020-2025, melalui video conference, Selasa (2/3/2021).
"Di samping itu, Indonesia juga memiliki potensi bioenergi yang cukup besar dengan beragam tanaman yang dapat dimanfaatkan, seperti sawit dan jagung. Kemudian juga kita memiliki potensi yang sangat besar untuk jenis energi yang lain dengan adanya nikel misalnya,” tandas Mendagri Tito Karnavian.
Menurut Mendagri, perkembangan dunia saat ini menuju pada energi terbarukan, karena energi fosil kian lama bakal makin hilang. Berbagai penemuan teknologi pun banyak memunculkan energi-energi terbarukan.
“Kita akan menuju kepada energi terbarukan, berbagai invensi penemuan teknologi dan kita sudah melihat bahwa banyak sekali energi-energi terbarukan yang muncul, dan Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa,” papar Mendagri.
Sementara itu, kata Mendagri, kebutuhan energi diperkirakan terus mengalami peningkatan sebagai dampak pertumbuhan ekonomi dan pertambahan jumlah penduduk. Apalagi Indonesia sendiri akan mengalami bonus demografi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/surya-darma-saat-dalam-satu-acara-energi-terbarukan.jpg)