Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Seharian tak Pulang ke Rumah, Faisal Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun Sawit

Faisal Saputra (24) warga Kampung Pangkalan, Kejuruanmuda, Aceh Tamiang ditemukan tewas tergantung di perkebunan kelapa sawit

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Dok Polisi
Petugas mengevakuasi jasad Faisal dari sebuah gubuk yang terletak di tengah perkebunan kelapa sawit. Faisal Saputra (24) warga Kampung Pangkalan, Kejuruanmuda, Aceh Tamiang ditemukan tewas tergantung di perkebunan kelapa sawit setelah keberadaannya sempat tidak diketahui sepanjang hari, Rabu (3/3/2021) 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Faisal Saputra (24) warga Kampung Pangkalan, Kejuruanmuda, Aceh Tamiang ditemukan tewas tergantung di perkebunan kelapa sawit setelah keberadaannya sempat tidak diketahui sepanjang hari, Rabu (3/3/2021).

Jasad korban didapati warga di dalam sebuah gubuk yang berada di areal perkebunan dalam kondisi leher terjerat tali nilon.

“Leher korban terikat tali nilon yang ujungnya diikatkan di tiang gubuk,” kata Kapolsek Kejuruan Muda Ipda Yose Rizaldi. 

Meski menduga kasus ini merupakan bunuh diri, polisi belum berani menerangkan penyebab aksi nekat ini.

Baca juga: BREAKING NEWS - 7 Hari tak Terlihat, Pemulung di Lhokseumawe Ditemukan Meninggal Dalam Rumah

“Dugaan awal bunuh diri, mengenai penyebabnya masih kita dalami,” jelas Yose.

Berdasarkan keterangan saksi, sehari sebelum ditemukan tewas, korban sudah tidak pulang ke rumah.

Keterangan lain menerangkan korban sedikit mengalami gangguan kejiwaan dan memang sering tidak pulang.

“Selama ini memang lebih sering tidur di kebun sawit,” kata warga.

Baca juga: Inilah 7 Faktor yang Bikin Orang Yahudi Cenderung Cerdas dan Pintar, Apa Rahasianya?

Kebiasaan tidur di kebun sawit ini sempat ditinggalkan korban setelah keluarga melakukan ruqiyah. 

Namun belakangan kebiasaan ini kembali kambuh hingga korban ditemukan tewas dalam kondisi tergantung. 

Dalam kasus ini polisi mengamankan barang bukti berupa tali nilon, uang Rp 350 ribu dan handphone beserta headset. (*)

Baca juga: Wisata Gunung Salak Aceh Utara Makin Populer, Ramai Dikunjungi Wisatawan hingga Malam Hari

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved