Internasional
Kuwait Akan Berlakukan Kembali Jam Malam Selama Sebulan Penuh
Kuwait akan segera memberlakukan jam malam satu bulan penuh untuk mebcegah peningkatan tajam kasus virus Corona.
SERAMBINEWS.COM, KUWAIT CITY - Kuwait akan segera memberlakukan jam malam satu bulan penuh untuk mebcegah peningkatan tajam kasus virus Corona.
Hal itu diputuskan setelah melaporkan infeksi tertinggi dalam 24 jam terakhir ini sejak wabah dimulai.
“Jam malam akan diberlakukan mulai pukul 5 sore hingga 5 pagi waktu setempat mulai 7 Maret hingga 8 April 2021,” kantor berita KUNA melaporkan pada Jumat (5/3/2021).
Kuwait pada Kamis (4/3/2021) mencatat 1.716 kasus baru virus Corona baru.
Sehingga jumlah total menjadi 196.497 orang, termasuk 1.105 kematian.
Negara Teluk itu sejak 7 Februari 2021 memangkas jam buka untuk toko-toko ritel non-esensial.
Kemudian, melarang non-warga negara memasuki negara itu.
Baca juga: Kasus Virus Corona Arab Saudi Bertambah 338 Kasus, Terbanyak di Riyadh
Tetapi peningkatan tajam kasu dalam seminggu terakhir ini telah memaksa pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih ketat.
Mereka yang melanggar aturan, termasuk wajib menggunakan masker wajah di luar rumah, dapat didenda $ 16.000 dan dipenjara hingga tiga bulan.
Seorang juru bicara pemerintah mengatakan orang diizinkan berjalan ke masjid untuk melakukan shalat selama jam malam.
Tetapi apotek dan toko makanan harus menggunakan layanan pengiriman.
Bahkan, semua taman umum dan tempat rekreasi akan ditutup.
Baca juga: Arab Saudi Longgarkan Aturan Covid-19, Kasus Virus Corona Mulai Menanjak
Taksi hanya diperbolehkan melayani dua penumpang.
Negara-negara Teluk lainnya telah memperketat pembatasan kesehatan masyarakat untuk mengatasi pandemi.
Seperti Oman mengamanatkan bisnis termasuk restoran dan kafe tutup antara pukul 8 malam dan 5 pagi hingga 20 Maret 2021.
Mereka juga dilarang menyediakan layanan pengiriman ke rumah.
"Keputusan tersebut tidak termasuk stasiun bahan bakar, institusi kesehatan dan apotek swasta, dan keputusan komite tidak termasuk larangan pergerakan individu dan kendaraan," kata sebuah laporan dari Times of Oman.
Lebih jauh di Timur Tengah, Jordania telah menangguhkan pengembalian siswa kelas 4 hingga 9 sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Baca juga: Hong Kong Lockdown, Kasus Virus Corona Melonjak Secara Tiba-tiba
“Kelas 4 sampai kelas 9 akan terus mendapatkan pendidikan jarak jauh,” demikian pernyataan dari Kementerian Pendidikan, lapor dari kantor berita Petra.
Sebagai gantinya, siswa sekarang akan menerima pembelajaran langsung dan jarak jauh.
Jordania melaporkan 5.733 kasus baru virus Corona dan 40 kematian,
Menjadikan beban kasusnya menjadi 413.350 orang dengan jumlah kematian 4.833 orang,(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pusat-vaksinasi-covid-19-di-kuwait.jpg)