Breaking News:

Berita Banda Aceh

Rabithah Thaliban Aceh Diskusikan Pembelajaran Politik Islam Bagi Santri Dayah

Santri yang belajar di dayah-dayah di Aceh diharapkan dapat diajarkan mata pelajaran politik Islam (Siyasah Syari'yyah)

FOR SERAMBINEWS.COM
Dialog "pèh tèm" aktivis dayah yang yang diselenggarakan Pengurus Besar (PB) Rabithah Thaliban Aceh (RTA), Jum'at (5 Maret 2021). Acara dipandu oleh Dr. T. Zulkhairi (Ketua 1 RTA) menghadirkan narasumber, yaitu Tgk Muhibushabri A. Wahab (Ketua Partai Daerah Aceh), Haekal Afifa (Ketua Majelis Akreditasi Dayah Aceh), Azhari, M.Si (Sekretaris Dinas Dayah Aceh) dan Tgk Marbawi Yusuf (Ketua RTA) 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Santri yang belajar di dayah-dayah di Aceh diharapkan dapat diajarkan mata pelajaran politik Islam (Siyasah Syari'yyah).

Politik Islam diharapkan diajarkan kepada santri karena orientasinya kepada kebaikan.

Hal tersebut mengemuka dalam dialog "pèh tèm" aktivis dayah yang yang diselenggarakan Pengurus Besar (PB) Rabithah Thaliban Aceh (RTA), Jum'at (5 Maret 2021).

Kegiatan yang berlangsung di sekretariat PB RTA ini dihadiri puluhan aktivis santri dayah dan membicarakan rumusan pembelajaran mata pelajaran politik Islam (Siyasah Syari'yyah) bagi santri di dayah.

Dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, acara yang dipandu oleh Dr. T. Zulkhairi (Ketua 1 RTA).

Baca juga: Sambutan Lengkap Moeldoko: Saya Terima Menjadi Ketua Umum Demokrat

Hadir sejumlah narasumber, yaitu Tgk Muhibushabri A. Wahab (Ketua Partai Daerah Aceh), Haekal Afifa (Ketua Majelis Akreditasi Dayah Aceh), Azhari, M.Si (Sekretaris Dinas Dayah Aceh) dan Tgk Marbawi Yusuf (Ketua RTA).

"Pelajaran politik Islam atau Siyasah Syari'yyah perlu diajarkan bagi santri-santri di dayah yang sudah kelas enam.

Agar mereka paham tentang tujuan politik Islam serta pentingnya Islam mempengaruhi kebijakan yang berorientasi kepada kebaikan, " ujar Haekal Afifa.

Hal ini kemudian direspon oleh Tu Sudan dengan mengatakan bahwa sebelum santri belajar Fiqh Siyasah maka bagi santri harus ditanamkan lebih dahulu pendidikan akhlak yang kuat.

"Supaya ketika terjun ke dunia politik maka para santri sudah bisa tahan menghadapi tantangan dan tetap tampil sebagai pribadi yang baik dan mampu memberikan keteladanan bagi masyarakat," ujar Tu Sudan yang merupakan Direktur Dayah Mini.

Baca juga: Ikan Asin Tidak Dibuang Kotoran Perutnya, Apakah Seluruh Dagingnya Jadi Najis? Begini Penjelasan UAS

Dengan kuatnya, kata Tu Sudan, akhlak maka seorang santri ketika berpolitik praktis nantinya akan senantiasa mampu berjuang untuk kepentingan ummat dan jauh dari perilaku yang menyimpang seperti perilaku korupsi dan kebijakan yang tidak memihak rakyat.

Sementara itu, Tgk Muhibushabri A Wahab atau lebih akrab disapa Abi Muhib dalam paparannya banyak membicarakan tantangan yang dihadapinya dalam perjuangannya sebagai politisi dari partai politik berbasis dayah.

Abi Muhib banyak mengisahkan perjalanan karirnya sebagai sebagai politisi sejak di Partai Persatuan Pembangunan hingga sekarang di Partai Daerah Aceh.

Baca juga: Arsya Selalu Tidur dalam Pelukan, Ashanty Terkejut Putra Semata Wayangnya tak Terpapar Covid

"Kalau kalangan dayah tidak ada di parlemen maka jangan harap ada kebijakan yang pro dayah dan pro Syari'at Islam, ujar Abi Muhib.

Acara dialog "pèh tèm aktivis dayah" diselenggarakan rutin oleh PB RTA untuk merespon berbagai isu aktual keacehan, isu-isu pendidikan dayah dan keislaman.(*)

Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved