Banda Aceh
PBVSI Aceh Tegaskan Kepengurusan Solid dan Transparan Jelang Pra PORA
Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Aceh memberikan klarifikasi resmi terkait sejumlah isu yang berkembang..
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- PBVSI Aceh menegaskan kondisi organisasi tetap solid di bawah kepemimpinan Mawardi Ali serta didukung penuh seluruh pengurus kabupaten/kota.
- Seluruh proses musyawarah dan persiapan Pra PORA disebut berjalan sesuai aturan, transparan, dan tanpa pungutan biaya, termasuk dalam penunjukan mandat dan seleksi atlet.
- PBVSI Aceh juga memastikan komitmennya menjaga profesionalitas, sportivitas, serta kondusivitas dunia olahraga voli di Aceh.
Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Aceh memberikan klarifikasi resmi terkait sejumlah isu yang berkembang di tengah masyarakat dan insan olahraga voli di Aceh.
Ketua Umum PBVSI Aceh, Ir Mawardi Ali, menegaskan, bahwa kondisi organisasi hingga saat ini tetap solid dan mendapat dukungan penuh dari seluruh Pengurus Kabupaten/Kota (Pengkab/Pengkot) se-Aceh.
“Kepengurusan PBVSI Aceh yang sah telah dilantik langsung oleh Ketua Umum KomJend. Pol ( P ) Drs. Imam Sudjarwo M.si Pengurus Pusat PBVSI pada 18 Mei 2024, dan hingga kini tetap didukung oleh seluruh jajaran di daerah,” ujar Mawardi.
Musyawarah Berjalan Sesuai Aturan
PBVSI Aceh juga menekankan bahwa seluruh proses musyawarah di tingkat kabupaten/kota telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku. Setiap keputusan, termasuk pemilihan ketua, dihasilkan melalui forum resmi dengan tata tertib yang jelas.
“Semua keputusan merupakan hasil kesepakatan bersama dalam forum resmi, bukan hasil diskusi informal Diwarung - Warung Kopi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Mandat Pra PORA Tanpa Pungutan Biaya
Terkait persiapan Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA), PBVSI Aceh memastikan bahwa seluruh proses penunjukan mandat kepada daerah untuk mengirimkan atlet telah dilakukan secara transparan dan tanpa pungutan biaya.
Langkah ini diambil untuk memastikan partisipasi maksimal dari seluruh kabupaten/kota dalam menjaring atlet terbaik.
Seleksi Atlet Ketat dan Berbasis Regulasi
Dalam rangka menjaga kualitas dan integritas kompetisi, PBVSI Aceh telah menjalankan proses pendaftaran, verifikasi, masa sanggah, hingga penetapan atlet secara terbuka dan sesuai regulasi.
Hal ini dilakukan untuk mencegah keterlibatan atlet dari luar Aceh serta memberikan kesempatan yang adil bagi atlet lokal.
“Sebanyak 15 kabupaten/kota telah dinyatakan siap mengikuti Pra PORA setelah melalui proses verifikasi yang ketat,” ungkap Mawardi.
Baca juga: PBVSI Aceh Diterpa Isu Upeti, Wakil Ketua I Musa Bintang: Akan Segera Kita Benahi
PBVSI Aceh juga menegaskan bahwa keterlibatan pengurus provinsi dalam berbagai kejuaraan klub di daerah semata-mata bertujuan untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan event.
“Kehadiran kami bukan untuk intervensi / Keberpihakan , melainkan membantu dari sisi administrasi dan koordinasi, bahkan tanpa biaya,” tambahnya.
Melalui klarifikasi ini, PBVSI Aceh berharap seluruh pihak dapat memahami kondisi yang sebenarnya dan bersama-sama menjaga kondusivitas dunia olahraga, khususnya cabang bola voli di Aceh.
PBVSI Aceh berkomitmen untuk terus menjunjung tinggi prinsip transparansi, profesionalitas, serta sportivitas dalam setiap kegiatan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Imam-Sudjarwo-MSi-bersalaman-dengan-Ketua-PBVSI-Aceh-Mawardi.jpg)