Smile Train Sosialisasi Operasi Bibir Sumbing ke Pedalaman Galus
Koordinator Smile Train Aceh, Rahmad Maulizar, bersama Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gayo Lues (Galus), dr Safwan Azhari
BLANGKEJEREN - Koordinator Smile Train Aceh, Rahmad Maulizar, bersama Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gayo Lues (Galus), dr Safwan Azhari melakukan sosialisasi operasi bibir sumbing dan celah langit bocor kepada masyarakat di pedalaman kabupaten tersebut.
Dengan menggunakan motor trail, Rahmad dan Safwan mengunjungi Desa Lesten dan Desa Pertik, dua desa terpencil yang ada di Kecamatan Pining. “Saya baru pertama kali ke Desa Lesten, sebuah desa terpencil," ungkapnya, Sabtu (6/3/2021).
Rahmad yang merupakan social worker Smile Train wilayah Aceh itu mengatakan, ada beberapa desa yang dikunjungi di kabupaten itu selain desa terpencil di kecamatan Pining. Yaitu Desa Persada Tongra dan Reje Puding di Kecamatan Terangun, kemudian Desa Bener Baru, Kecamatan Blangpegayon.
Selain itu, tambahnya, Desa Rempelam dan warga Rikit Gaib di Kecamatan Rikit Gaib dan Desa Kerukunan Pantan Cuaca. Dalam kunjungan keliling itu, Rahmad menyatakan, mereka menjumpai warga sambil melakukan sosialisasi tentang bibir sumbing dan celah langit-langit bocor. Dia juga menyampaikan bahwa untuk operasi bibir sumbing gratis itu untuk bayi minimal usia 3 bulan dengan berat badan 5 kg. “Kondisi pasien sehat, tidak batuk dan pilek," jelasnya.
Rahmad mengaku, sosialisasi ke desa-desa di kabupaten itu disambut antusias warga, terutama kaum perempuan. Bahkan bila ada masyarakat menemukan penderita bibir sumbing atau celah langit-langit bocor dapat menghubungi nomor kontaknya (081360395730).
"Operasi bibir sumbing dilakukan setiap hari Minggu di Rumah Sakit Malahayati Banda Aceh, dipimpin langsung spesialis bedah plastik dr Muhammad Jailani SpBP RE-(K) dan tim medis lainnya," ungkap Rahmad.(c40)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/l3stenn.jpg)