Karhutla

BMKG: Pesisir Timur Aceh dalam Status Rawan Karhutla, Ini Sebabnya

Kepala Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, Siswanto, Senin (8/3/2021), menjelaskan, memang dalam dua hari ini tidak terpantaunya titik panas

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Ansari Hasyim
hand over dokumen pribadi
Kepala Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, Siswanto 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBiNEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Sesuai data yang dirilis Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, untuk kawasan pesisir Timur Aceh, di antaranya Aceh Utara dan sekitarnya, sekarang ini dalam status rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal ini dikarenakan kondisi cuaca dan musim yang ada di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya sudah berada pada musim kemarau.

Kepala Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, Siswanto, Senin (8/3/2021), menjelaskan, memang dalam dua hari ini tidak terpantaunya titik panas di pesisir timur Aceh.

Pedagang Pasar Inpres Geruduk Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Ini Tuntutannya

Sempat Habis Stok, Realisasi Vaksinasi Covid-19 Nakes di Pidie Tahap Kedua Mencapai 72,18 Persen

"Namun meskipun nihil alias tidak terpantau adanya titik panas, kewaspadaan terhadap potensi kerawanan bencana karhutla tetap jangan dikendorkan. Karena dari analisa parameter cuaca yang ada di wilayah pesisir timur Aceh, masih dalam kategori mudah untuk terbakar atau dibakar," paparnya.

Lanjut Siswanto, berdasarkan peta FFMC atau Peta Tingkat Kemudahan Terbakar di Lapisan Atas Permukaan yang berlaku hingga 13 Maret 2021, banyak munculnya gradasi warna merah yakni tingkat kewaspadaan terhadap kerawanan bencana Karhutla di kawasan pesisir timur Aceh.

"Ini sejalan dengan kondisi cuaca dan musim yang ada di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya sudah berada pada musim kemarau," katanya.

Meskipun diakui Siswanto, musim kemarau yang ada di wilayah pesisir timur Aceh, karakteristiknya masih tetap ada turun hujan, namun dalam intensitas ringan.

"Namun pastinya kita semua harus tetap waspada terhadap karhutla," demikian Siswanto.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved