Kamis, 7 Mei 2026

Sepakbola Dunia

20 Ahli di Argentina Perdebatkan Kematian Legenda Sepakbola Maradona

Sebanyak 20 ahli memulai perdebatan tentang penyebab kematian ikon sepak bola Argentina, Diego Armando Maradona.

Tayang:
Editor: Imran Thayib
Anadolu Agency
Penggemar fanatik turun ke jalan untuk memberi penghormatan terakhir kepada Maradona di Buenos Aires. 

Dia menderita gangguan hati, ginjal dan kardiovaskular saat meninggal.

"Terakhir kali, Gianinna mengunjungi Maradona, dia melihat Maradona sangat bengkak. Dalam beberapa minggu sebelum kematiannya, Maradona menunjukkan kemunduran fisik dan kognitif," kata Rodolfo Baque, pengacara untuk salah satu dari dua perawat yang sedang diselidiki.

Maradona adalah idola bagi jutaan orang Argentina setelah dia menginspirasi negara Amerika Selatan itu untuk meraih gelar kedua Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Gelandang serang yang menghabiskan dua tahun bersama raksasa Spanyol, Barcelona, itu juga dicintai di Napoli.

Di mana saat itu, dia membantu Napoli memenangkan satu-satunya gelar Serie A Italia dalam sejarah klub.

Baca juga: KMP Aceh Hebat Mudahkan Transportasi Laut, Ini Spesifikasi, Harga, Kecepatan Hingga Pemenang Tender

Baca juga: Penampakan Wajah Lucinta Luna Penuh Brewok Usai Bebas dari Penjara Bikin Geger, Disebut Mirip Limbad

Baca juga: Melawan Pemberontakan Puluhan Tahun, Presiden Duterte Ambil Langkah Berani: Tumpas Semua Komunis

Baca juga: Kabar Baru, Pemerintah Buka 1 Juta Lowongan Jabatan Guru PPPK Tahun 2021, Ini 3 Golongan Pengisinya

Jasad Maradona Diawetkan dan Dipamer Depan Umum

Hari Rabu (25/11/2020) lalu, legenda sepak bola dunia Diego Maradona meninggal dunia karena penyakit jantung.

Belakangan terungkap bahwa Maradona punya keinginan unik mengenai cara pemakaman dirinya.

Salah satu permintaan terakhir Maradona ini diungkap oleh Martin Arevalo, jurnalis yang dekat dengan mantan kapten timnas Argentina tersebut.

Arevalo mengatakan, bahwa Maradona ingin ketika meninggal nanti, jasadnya diawetkan dan dipamerkan di depan umum.

"Saat muncul ide untuk membuat patung dirinya, dia berkata: 'Tidak, saya ingin mereka membalsem (mengawetkan) saya'," ungkap Arevalo kepada TyC sports, seperti dikutip Reuters.

Arevalo yang memang dikenal dekat dengan Maradona mengonfirmasi keinginan pesepakbola tersebut.

Menambahkan bahwa Maradona ingin tetap bersama orang-orang selamanya.

Pembalseman tokoh Argentina juga pernah terjadi.

Saat ini jasad Presiden Juan Peron dan istrinya Eva Peron juga masih terawetkan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved