Jumat, 17 April 2026

Internasional

Luar Biasa, Para Wanita Muda Arab Saudi Berhasil Mengalahkan Silicon Valley Dalam Bidang Teknologi

Luar biasa, itulah kata-kata yang patut diucapkan kepada wanita muda Arab Saudi. Para wanita muda Arab Saudi yang biasa terkekang di rumah

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Peserta termasuk wanita Arab Saudi dalam perlombaan hackathon atau program perangkat lunak TI di Jeddah, Arab Saudi pada 1 Agustus 2018 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Luar biasa, itulah kata-kata yang patut diucapkan kepada wanita muda Arab Saudi.

Para wanita muda Arab Saudi yang biasa terkekang di rumah atau bepergian harus didampingi wali, saat ini sudah dihapus semuanya.

Seluruh wanita sudah diizinkan berkiprah di seluruh sektor, tak terkecuali teknologi informasi (TI)

Bahkan, berhasil mengalahkan raja teknologi AS, Silicon Valley yang sempat dikunjungi Presiden Jokowi.

Tetapi, pada pingkat partisipasi perempuan di sektor komunikasi dan TI, seperti dilansir ArabNews, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: Milisi Houthi Tebar Ancaman ke Kilang Minyak Aramco, Balas Serangan Udara Saudi ke Yaman

Naik dari 11 persen pada 2017 menjadi 24 persen pada 2021, kata seorang pejabat di Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi (MCIT).

“Karena beberapa inisiatif, persentase itu telah melampaui Silicon Valley, yang saat ini mencapai 17 persen,” Bandar Al-Duwais, Direktur perekrutan masa depan MCIT, mengatakan selama KTT Pemberdayaan Perempuan.

Setelah lonjakan pengeluaran untuk pelatihan wanita baru-baru ini, wanita Saudi saat ini merupakan 40 persen dari wirausahawan digital, tambahnya.

Baca juga: Dampak Pandemi COvid-19, Alandalus Property Arab Saudi Alami Penurunan Laba Sampai 78 Persen

Dr. Hala Al-Tuwaijri, ketua tim Pemberdayaan Perempuan G20, mengatakan Kerajaan, Arab Saudi memiliki tiga fokus utama:

Pemberdayaan manusia, keberlanjutan bumi, dan penerapan cakrawala baru.

“Pemberdayaan perempuan adalah inti dari semuanya,” katanya.

Investasi Kerajaan dalam keamanan siber telah membuatnya diakui sebagai pelopor.

Berada di peringkat nomor satu secara regional dan 13 secara internasional oleh Persatuan Telekomunikasi Internasional.

Basmah Al-Jedai, manajer umum Pusat Kajian Strategis di Otoritas Keamanan Siber Nasional, mengatakan wanita mengambil keuntungan lebih besar dari program pelatihan daripada pria.

Baca juga: Arab Saudi Salurkan Bantuan Pakaian Musim Dingin di Yaman dan Layanan Medis di Suriah

Program beasiswa National Academy for Cybersecurity, yang menawarkan beasiswa kepada siswa ke institut terkemuka secara global, telah menarik 67 persen pelamar wanita.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved