Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Meski Tercemar Limbah, Nelayan Tetap Budidaya Ikan dalam Waduk Lhokseumawe

Setelah ada hasil analisis mengenai dampak lingkungan dari Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Kota Lhokseumawe menyatakan waduk Raksasa...

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/ZAKI MUBARAK
Warga beraktivitas di Waduk Raksasa Lhokseumawe, Selasa (9/3/2021). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Setelah ada hasil analisis mengenai dampak lingkungan dari Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Kota Lhokseumawe menyatakan waduk Raksasa di Lhokseumawe mengandung limbah berbahaya, namun warga tetap membudidaya ikan dalam waduk setempat.

Amatan hingga hari ini masih banyak warga menggantungkan pendapatan hidupnya di waduk raksasa dengan usaha membudidaya keramba berbagai jenis ikan dan udang.

Sehingga ratusan keramba masih tampak menjamur dalam sebagian waduk raksasa.

Salah seorang warga Desa Pusong Abdullah mengatakan keberadaan waduk raksasa telah menjadi tempat cari makan bagi sebagian besar masyarakat lingkungan sekitar itu, seperti Gampong Keude Aceh, Pusong Mon Geudong.

Abdullah mengaku pada dasarnya warga sendiri sudah menyadari dan mengetahui akan bahayanya dampak lingkungan hidup dari limbah yang dikandung air waduk.

Namun sayangnya, karena mengingat pentingnya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan menjadi tempat mengais rezeki, maka warga mengabaikan resiko tersebut.

Sehingga mereka tetap bertahan dan melanjutkan usaha budidaya keramba ikan atau mencari tiram dan udang dalam waduk raksasa itu.

“Kami tahu dan pernah mendengar soal bahayanya limbah yang ada dalam waduk. Rasanya tidak mungkin dipisahkan karena waduk menjadi tempat mencari rezeki,” pungkas.

Sementara itu, Kadis BLHK Lhokseumawe Dedi Irfansyah mengatakan sesuai hasil analisis menunjukkan bahwa waduk rakaasa mengandung banyak limbah berbahaya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved