Berita Banda Aceh
Pembagian 303.975 Lembar Kartu Tani di Aceh Dihentikan, Ini Permasalahannya
kartu tani yang sudah di cetak pihak BNI Konvensinal di Aceh pada bulan Januari 2021 lalu, jumlahnya mencapai 304.800 lembar
Penulis: Herianto | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Herianto | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Pembagian sebanyak 303.975 kartu tani kepada anggota kelompok tani guna penebusan pupuk subsidi di kios pengecer, yang sudah di cetak BNI Konvensional di Aceh dihentikan sementara untuk penyaluran mulai Maret 2021
“ Alasan penghentiannya, karena Kantor BNI Konvensionalnya, sejak bulan Januari 2021 kemarin, sudah hijrah ke luar Aceh,” ungkap Plt Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, Chairil Anwar, SP, MP melalui Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Fahrurrazi, SP, MSc kepada Serambinews.com, Selasa (9/3/2021).
Fahrurrazi menyebutkan, kartu tani yang sudah di cetak pihak BNI Konvensinal di Aceh pada bulan Januari 2021 lalu, jumlahnya mencapai 304.800 lembar.
Baca juga: PIM Kembali Ekspor Urea ke Srilanka, 30 Ribu Ton dalam Tiga Tahap
Dari jumlah tersebut, per tanggal 12 Januari 2021 lalu, yang sudah disalurkan kepada anggota kelompok tani di beberapa daerah masih sedikit, yaitu sebanyak 825 lembar, atau baru 0,27 persen dari yang telah dicetak.
“ Ini artinya, masih ada sekitar 303.975 kartu tani yang belum tersalurkan,” ujar Fahrurrazi.
Menurut laporan pihak BNI Konvensional di Medan, Sumut kepada Distanbun Aceh.
Dari jumlah kartu tani yang dicetak, jumlah yang sudah tersalur 825 lembar, tersebar di tujuh kabupaten/kota, yaitu Aceh Besar, sudah 692 lembar yang tersalur dari 1.239 lembar kartu tani yang telah dicetak.
Kemudian Pidie baru 74 lembar yang teralur dari 49.835 lembar yang sudah di cetak, Kota Banda Aceh baru 26 lembar yang tersalur dari 48 yang sudah dicetak, Aceh Tenggara 5 lembar yang tersalur dari 19.445 lembar yang sudah dicetak.
Baca juga: Pelaku Lempar Sampah Botol Plastik ke Mulut Kuda Nil Rupanya Ibu-ibu, Kini Klarifikasi & Minta Maaf
Gayo Lues baru 1 lembar yang tersalur dari 10.944 lembar yang sudah tercetak dan Kota Subulussalam baru 1 lembar yang tersalur dari 2.915 lembar yang sudah tercetak.
Terakhir penyaluran kartu tani yang kami ketahui informasinya, kata Fahrurrazi, dilaksanakan di Aceh Tamiang, pada tanggal 4 Februari 2021, yang dihadiri oleh bupatinya serta pejabata lainnya.
Dinas Pertanian setempat menyalurkan kartu tani untuk anggota kelompok taninya, karena mereka terlambat mengetahui informasi BNI Konvensional sudah hijrah ke luar Aceh.
“Kartu tani yang telah dibagi, ditarik kembali supaya tidak rusak dan hilang,” ujar Fahrurrazi.
Penghentian dan penarikan kartu tani itu dilakukan, kata Fahrurrazi, karena kalau pun kartu tani itu terus dibagi, kartunya tidak berfungsi.
Alasannya, karena pihak BNI Konvensional yang sudah hijrah ke luar Aceh, mereka tidak lagi bertanggungjawab atas pemasangan mesin edisi gesek kartu tani di kios-kios pengecer pupuk subsidi yang ada di Aceh.
Baca juga: Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep Ungkap Soal Putus Cinta Dengan Fellicia : Aku Dimaki-maki
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kartu-tani-_.jpg)