Breaking News:

Internasional

UEA Lisensikan Unit Kedua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah

Regulator nuklir di Uni Emirat Arab (UEA) mengeluarkan izin operasi untuk unit kedua pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah,

Editor: M Nur Pakar
Supplied
Pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di UEA 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Regulator nuklir di Uni Emirat Arab (UEA) mengeluarkan izin operasi untuk unit kedua pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah,

Pabrik di wilayah Al Dhafrah di Abu Dhabi, salah satu dari tujuh emirat yang membentuk UEA dan ibu kota negara, adalah pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di dunia Arab.

Juga bagian dari upaya produsen minyak Teluk untuk mendiversifikasi energinya, seperti dilansir Reuters, Selasa (9/3/2021).

Unit 1 Barakah telah terhubung ke jaringan listrik nasional pada Agustus 2020 .

Baca juga: UEA Mulai Bangun Replika Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo, Bagian Investasi UEA Rp 328 Triliun

Pada Desember 2020 mencapai 100 persen dari kapasitas daya reaktor selama pengujian.

Operasi komersial Unit 1 diharapkan dimulai tahun ini.

Hamad Al Kaabi, wakil ketua Otoritas Federal untuk Peraturan Nuklir (FANR) dan perwakilan UEA di Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan kepada wartawan.

Proyek ini menghadapi penundaan, beberapa terkait dengan pelatihan staf saat negara tersebut membangun industri nuklir dari awal.

Baca juga: Media Arab Sebut UEA akan Membangun Resor Pariwisata Senilai 500 Juta Dolar di Aceh Singkil

Pembangunan Unit 1 dimulai pada tahun 2012 dan pabrik diharapkan dapat dimulai pada tahun 2017.

Tetapi FANR tidak memberikan izin kepada operator Nawah Energy Company hingga Februari 2020.

Nawah pertama kali mengajukan izin ke FANR untuk kedua unit tersebut pada tahun 2015.

Barakah, yang sedang dibangun oleh Korea Electric Power Corp. (KEPCO), akan memiliki empat reaktor dengan kapasitas total 5.600 megawatt (MW).

Baca juga: Bupati dan Tim Provinsi akan Bahas Kelanjutan Investasi UEA

Setara dengan sekitar 25 persen dari permintaan puncak UEA.

Konstruksi Unit 3 sudah 94 persen selesai dan Unit 4 sudah 87 persen selesai, kata Kaabi.

Ditanya tentang keamanan di pabrik, Kaabi mengatakan langkah-langkah telah dilakukan untuk melindungi situs dari ancaman fisik dan dunia maya.

Dia tidak memberikan detailnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved