Breaking News:

Penelitian Arkeologi

Ketut Wiradnyana: Tembikar Gayo Prasejarah Lebih Tua dari Temuan Tembikar di India

Tembikarnya sangat khas, ada hitam, juga merah, juga ada oranye. Tembikar warna ini banyak ditemukan di India. Tapi temuan di Gayo lebih tua usianya d

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara yang memimpin tim penelitian arkeologi di Aceh Tengah, Dr Ketut Wiradnyana, MSi, 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara yang memimpin tim penelitian arkeologi di Aceh Tengah, Dr Ketut Wiradnyana, MSi, menyatakan tembikar yang ditemukan di Gayo berusia 4000 tahun, jauh lebih tua dari tembikar yang ditemukan di India.

Hal itu disampaikan Ketut Wiradnyana dalam “BincangKopi #3 Musara Gayo” secara virtual, Sabtu (13/3/2021) malam melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini digagas Divisi Pendidikan Kebudayaan Musara Gayo, dipandu jurnalis Serambi Indonesia yang juga penyair, Fikar W.Eda.

Hadir sejumlah cendikiawan dan ilmuan, Prof M.Dien Madjid, guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga sejarawan nasional, Dr Yusra Habib Abdul Gani, profesional dan pengacara Alwien Desry, SH.MH dan lain-lain.

Tembikar yang berasal dari zaman Gayo pra sejarah itu ditemukan pada penggalian di Loyang Ujung Karang.

“Tembikarnya sangat khas, ada hitam, juga merah, juga ada oranye. Tembikar warna ini banyak ditemukan di India. Tapi temuan di Gayo lebih tua usianya dari temuan di India,” ujar Ketut Wiradnyana.

337 Siswa Lulus di Pesantren Putri Muslimat Samalanga, Pengumuman Lengkap Baca Harian Serambi Besok

VIDEO Rujak U Groh, Kuliner Khas Aceh Isinya Batok Kelapa

VIDEO Detik detik Pemalak Lempar Batu ke Kaca Truck, Diduga Tak Diberi Uang

Ketut memimpin tim penggalian arkeologi di sejumlah loyang atau gua di seputaran Danau Laut Tawar, sejak 2009. Loyang yang disasar itu antara lain Loyang Mendale, Loyang Ujung Karang, Loyang Pukes, Loyang Muslim dan lain-lain.

Terhadap bukti temuan tembikar itu, Ketut menduga bahwa orang Gayolah yang membawa budaya tembikar itu ke India, bukan sebaliknya seperti anggapan awam selama ini.

“Ini memang dugaan. Tapi bukti yang kita miliki, bahwa usia tembikar Gayo ini lebih tua dari India,” ujar Ketut lagi.

Menurutnya, dugaan tembikar India berasal dari Gayo, itu logis, sebab pada awal-awal masehi, pelaut-pelaut Sumatera yang banyak melakukan perdagangan ke banyak tempat di dunia termasuk India.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved