Breaking News:

Berita Aceh Utara

Ini Jumlah Narapidana di Lapas Lhoksukon yang Mendapat Asimilasi Selama Covid-19

Selama wabah virus corona disease 20201 (Covid-19) ditetapkan Presiden RI Jokowi sebagai bencana nasional, banyak narapidana (napi)...

Penulis: Jafaruddin | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Yusnaidi SH. 

 Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Selama wabah virus corona disease 20201 (Covid-19) ditetapkan Presiden RI Jokowi sebagai bencana nasional, banyak narapidana (napi) yang bisa keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) melalui program asimilasi

Seperti halnya di Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara. Dari akhir 2020, sampai Maret 2021 sudah 210 napi yang bisa menjalani hukuman di rumahnya setelah mendapat asimilasi.

Pemberian asimilasi kepada napi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Virus Corona. 

Asimilasi itu diberikan kepada narapidana yang sudah menjalani setengah dari total hukuman yang diterima berdasarkan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap. 

“Syarat mendapat asimilasi, selain sudah menjalani setengah hukuman juga ada pihak penjamin,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Yusnaidi SH kepada Serambinews.com, Selasa (16/3/2021).

Selain itu juga sudah adanya penelitian Kemasyarakatan (Litmas) dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas IIA Lhokseumawe. 

“Tahun 2020 jumlah napi yang mendapat asimilasi mencapai 174 orang, mayoritasnya kasus pidana umum,” ujar Yusnaidi SH. 

Sedangkan untuk tahun 2021 yang mendapat asimilasi melalui tujuh tahap mencapai 36 orang. Untuk 2021 Tahap pertama pemberian asimilasi covid-19 pada 25 Januari 2021 dengan jumlah 19 orang. 

Sedangkan tahap kedua pada 29 Januari 2021, sebanyak 9 orang. Selanjutnya pada 3 Februari 2021 berjumlah tiga orang. Kemudian pada 24 Februari 2021 juga tiga orang. 

Sedangkan 5 Maret, kemudian 9 Maret dan 15 Maret masing-masing satu orang. “Setelah mendapat asimilasi pengawasannya dilakukan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas IIA Lhokseumawe,” ujar Yusnaidi SH. 

Karena itu, mereka wajib melapor ke Bapas setelah mendapat asimilasi, karena pengawasannya akan dilakukan balai tersebut.(*) 

Baca juga: Tahun 2022, Aceh Besar Target Turunkan Kemiskinan Jadi 10 Persen

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG - Sebagian Aceh Diprediksi Dilanda Hujan dan Berawan Hingga 3 Hari Kedepan

Baca juga: Milisi Houthi Belum Juga Berhenti Serang Rudal dan Drone ke Arab Saudi, Arab Keluarkan Kecaman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved