Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Aceh Tengah tak Kuat Sendirian Kembangkan Wisata Danau Laut Tawar

Pengembangan kawasan wisata bagian barat Danau Laut Tawar Aceh Tengah membutuhkan dana Rp 300 miliar untuk pembebasan tanah. Pemda Aceh Tengah tidak..

For Serambinews.com
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pengembangan kawasan wisata bagian barat Danau Laut Tawar Aceh Tengah membutuhkan dana Rp 300 miliar untuk pembebasan tanah. Pemda Aceh Tengah tidak punya cukup anggaran sebesar itu dan membutuhkan bantuan provinsi dan pusat.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar menyampaikan hal itu dalam workshop virtual "Penguatan Kawasan Danau Laut Tawar sebagai Kawasan Ekonomi Kerakyatan Aceh Tengah dan Bener Meriah" Rabu, (17/3/2021) pukul 13.30-17.00 WIB.

Kegiatan itu diselenggarakan Pengurus Pusat TIM (PP TIM), bersama Musara Gayo, dan METI Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia.

Pembicara kunci dalam workshop itu adalah Dr Sofyan A Djalil (Menteri ATR/Kepala BPN) dan Dr Ir Hammam Riza Msc IPU (Kepala BPPT), dan sambutan Gubernur Nova Iriansyah.

Sementara narasumber terdiri dari Drs Reza Fahlevi MSi (Direktur Kelembagaan Kemenparekraf), Drs Shabela Abubakar (Bupati Aceh Tengah), Arwin Mega (Ketua DPRK Aceh Tengah), Dr Ir Surya Darma Dipl Geotherm Tech (Ketua Umum METI), Dr Ir Arya Rezavidi (Sekjen AESI/BPPT) Jakarta, Armiyadi (Pengusaha dan Eksportir Kopi Gayo).

Bupati menjelaskan, rencana prioritas pengembangan Danau Laut Tawar menyentuh tiga kecamatan, Kecamatan Lut  Tawar, Bebesen, dan Kebayakan membutuhkan pembebasan lahan  143 hektare.

“Tapi kami tidak kuat melakukannya sendirian,” kata Bupati Sabela.

Ia menyampaikan saat ini banyak tumbuh aktivitas ekonomi di seputaran danau, kedai kopi, homestay, hotel. Pemda memperlunak izin kepada pengusaha-pengusaha bidang wisata tersebut.

Menurutnya Danau Laut Tawar saat ini sudah menjadi objek kunjungan wisata nomor satu di Aceh.

“Dulu Sabang, sekarang Aceh Tengah,” katanya.

Salah satunya adalah dukungan keindahan Danau Laut Tawar. Bupati menyadari adanya ancaman kerusakan lingkungan di ekosistem danau, seperti pencemaran danau, sampah, kerusakan hutan. Usaha yang dilakukan selama ini adalah penghijauan, penyebaran ikan jenis tertentu di danau termasuk ikan depik, pembersihan sampah, penertiban keramba.

Tapi menurut bupati, dibutuhkan usaha terpadu dan dukungan semua pihak, terutama pemerintah pusat dan provinsi. Pada kesempatan itu  Bupati Sabela menyatakan setuju pemanfaatan energi terbarukan di danau tersebut. Dalam waktu dekat akan dilakukan kerjasama pemanfaatan energi surya dengan memasang panel di danau.(*)

Baca juga: Honda HR-V Bakal Dapat Insentif PPnBM 0 Persen, Ini Perkiraan Harga Seusai Potongan Pajak

Baca juga: Ini 10 Manfaat Luar Biasa dari Madu untuk Kecantikan, Atasi Jerawat hingga Buat Bibir Merah

Baca juga: Wabup Dailami: ASN Harus Disiplin, Tingkatkan Kinerja dan Layani Masyarakat dengan Baik

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved