Sabtu, 25 April 2026

Berita Banda Aceh

Dua Fotografer Lingkungan Pamerkan Potret Hutan Aceh Satu Dekade Terakhir

Sedikitnya 100 lembar foto ditampilkan dalam pameran bertajuk 'Hilang Tak Terganti' yang digelar secara daring melalui Youtube.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Dua fotografer lingkungan adakan pameran bertajuk 'Hilang Tak Terganti' yang digelar secara daring melalui kanal YouTube Fendra Tryshanie pada Jumat-Minggu (19-21/3/2021). 

Sedikitnya 100 lembar foto ditampilkan dalam pameran bertajuk 'Hilang Tak Terganti' yang digelar secara daring melalui YouTube, pada Jumat-Minggu (19-21/3/2021).

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -  Dua fotografer Aceh, Junaidi Hanafiah dan Zulfan Monika, bakal memamerkan potret hutan Aceh yang direkam dalam satu dekade terakhir. 

Sedikitnya 100 lembar foto ditampilkan dalam pameran bertajuk 'Hilang Tak Terganti' yang digelar secara daring melalui YouTube pada Jumat-Minggu (19-21/3/2021).

Foto-foto yang dipamerkan itu, direkam Junaidi Hanafiah sejak 2008 dan Zulfan Monika sejak 2007. 

Keduanya bukan hanya mengabadikan kekayaan dan keberagaman isi hutan Aceh, melainkan juga kerusakan hutan yang makin meningkat dalam beberapa tahun ini. 

Perburuan satwa dilindungi yang terjadi saban tahun di Aceh, juga tidak luput disorot lensa kamera.

Junaidi Hanafiah menuturkan, selama ke luar-masuk hutan dalam satu dekade ini,  ia kerap mendapatkan tantangan berupa sulitnya akses menjangkau lokasi tujuan.

Baca juga: Kapolda Resmikan Ruang Bhara Daksa dan Gedung Ditreskrimum Polda Aceh

Misalnya, ketika memasuki kawasan hutan yang baru saja dirambah secara liar atau pertambangan ilegal dalam kawasan hutan lindung.

"Memasuki kawasan-kawasan seperti itu sangat sulit, selain medan yang berat, juga berbahaya kalau seandainya keberadaan saya sebagai fotografer diketahui perambah atau penambang liar," ujar jurnalis yang fokus meliput isu lingkungan di Aceh ini, Rabu (17/3/2021).

Dalam sepuluh tahun ini, tambah Junaidi, banyak perubahan terjadi di hutan Aceh.

Misalnya, luas tutupan hutan berkurang dan beberapa jenis satwa kini mulai sulit ditemukan. 

"Seperti jenis-jenis burung dan satwa yang sangat terancam punah, salah satunya burung murai batu sudah sangat sulit ditemukan di hutan," tuturnya.

Melalui pameran itu, Junaidi ingin memperlihatkan wajah hutan Aceh yang sudah sekarat.

Sehingga membutuhkan kepedulian semua pihak, dengan menjadikan perkara lingkungan sebagai isu penting. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved