Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Geolog Prof Fauzi Hasibuan, Sumber Air Danau Laut Tawar dari Bener Meriah Mengalir dari Celah Batu

Prof Fauzi Hasibuan, geolog dari Bandung, menyatakan bahwa Danau laut Tawar terbentuk bukan dari kawah gunung merapi, melainkan terbentuk peroses...

For Serambinews.com
Prof Fauzi Hasibuan. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Prof Fauzi Hasibuan, geolog dari Bandung, menyatakan bahwa Danau laut Tawar terbentuk bukan dari kawah gunung merapi, melainkan terbentuk proses horst dan graben, merupakan hasil dari patahan pada kulit bumi yang mengalami depresi dan terletak di antara dua bagian. Bagian yang lebih tinggi disebut dengan horst dan yang rendah disebut graben.

Hal itu disampaikan Prof Fauzi dalam workshop virtual "Penguatan Kawasan Danau Laut Tawar sebagai Kawasan Ekonomi Kerakyatan Aceh Tengah dan Bener Meriah" Rabu, (17/3/2021) pukul 13.30-17.00 WIB.

Kegiatan itu diselenggarakan Pengurus Pusat TIM (PP TIM), bersama Musara Gayo, dan METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia).

Pembicara kunci dalam workshop itu adalah Dr Sofyan A Djalil (Menteri ATR/Kepala BPN) dan Dr Ir Hammam Riza Msc IPU (Kepala BPPT), dan sambutan Gubernur Nova Iriansyah.

Sementara narasumber terdiri dari Drs Reza Fahlevi MSi (Direktur Kelembagaan Kemenparekraf), Drs Shabela Abubakar (Bupati Aceh Tengah), Arwin Mega (Ketua DPRK Aceh Tengah), Dr Ir Surya Darma Dipl Geotherm Tech (Ketua Umum METI), Dr Ir Arya Rezavidi (Sekjen AESI/BPPT) Jakarta, Armiyadi (Pengusaha dan Eksportir Kopi Gayo).

Penanggap Prof Dr Fauzi Hasibuan (Bandung) dan Ir Nanang Hamdani Basnawi (Pengusaha dan praktisi Energi Terbarukan) Jakarta.

Fauzi Hasibuan  menyarankan untuk memasukan bidang geologi dalam pemanfaatan dan pengembangan Danau Laut Tawar sebagai sumber energi terbarukan. “Perlu saya tekankan, geologi harus masuk di dalamnya, danau itu berasal dari susunan bebatuan, bukan dari gunung api atau kawah, tapi dari horst and  grabben. Itu bukan batuan gunung api tapi metamof. Bahwa di situ ternyata belum ada satupun yangmenceritakan geologinya,” ujarnya.

Fauzi juga menyebutkan, bahwa sumber air danau berasal dari sungai-sungai kecil yang mengalir melalui batuan-batuan lunak yang sumbernya berasal dari kawasan Bener Meriah. Sungai-sungai itu disebut dengan istilah “didisen.”

“Belum ada sungai besar yang masuk ke Danau Lut Tawar . Yang ada sungai-sungai kecil, didisen, yaitu sungai bawah tanah. Misalnya didisen di Mendale, Bebuli, itu datangnya dari Bener Meriah, bukan dari sungai yang sekitar danau. Jadi secara geologi kita haruss menjaga asupan dari Bener Meriah mengenai air danau,” ujar Fauzi Hasibuan yang lahir dan besar di Kampung Bale Takengon. Ayahnya, bermarga Hasibuan dan ibunya berasal dari Gayo Aceh Tengah.

Ia menyebut ikan depik, ikan khas danau itu, adalah jenis ikan yang hidup di sungai-sungai bawah batu tadi Ikan Depik (rasbora tawarensis) satu-satunya yang ada di Lut Tawar.

“Depik tidak bisa dipancing, itu secara geologi, karena bagian atas dari danau adalah batu gamping dan dibawahnya batu metamorf, batuan keras. Depik hidupnya di bawah batu gamping,” ujar Prof Fauzi.(*)

Baca juga: Mark Sungkar Larang Anak-anaknya Menjenguk, Ada Apa? Kuasa Hukum: Pak Mark Sendiri yang Melarang

Baca juga: Aceh Tengah tak Kuat Sendirian Kembangkan Wisata Danau Laut Tawar

Baca juga: Ciptakan Lingkungan Kondusif, Babinsa Ajak Warga Jaga Keamanan

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved