Breaking News:

Enam Pimpinan DPRK Dilantik, Sekjen PNA Mengaku Lega 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nanggroe Aceh (PNA), Miswar Fuady mengucapkan syukur dan mengaku lega setelah semua pimpinan DPRK

Enam Pimpinan DPRK Dilantik, Sekjen PNA Mengaku Lega 
MISWAR FUADY, Sekjen DPP PNA

BANDA ACEH - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nanggroe Aceh (PNA), Miswar Fuady mengucapkan syukur dan mengaku lega setelah semua pimpinan DPRK dari PNA periode 2019-2024 berhasil dilantik.

Pelantikan itu terwujud setelah Miswar yang sebelumnya berseberangan dengan Irwandi karena mendukung PNA hasil KLB bersepakat berdamai dan kembali ke PNA hasil kongres 2017 pada 23 November 2020.

"Ini adalah bukti bahwa kesepakatan untuk kembali ke hasil Kongres I PNA tahun 2017 sudah terbukti untuk mengakhiri kemacetan administrasi dan semata-mata untuk menyelamatkan PNA," kata Miswar kepada Serambi, Jumat (19/3/2021).

Sebelumnya, akibat dualisme kepengurusan PNA, enam pimpinan DPRK dari PNA hasil pemilu legislatif (pileg) tahun 2019 tidak bisa dilantik dan sempat terkantung-katung akibat konflik internal di partai tersebut.

Keenam pimpinan DPRK tersebut yaitu Amiruddin selaku Ketua DPRK Aceh Selatan, Irwanto NP selaku Wakil Ketua I DPRK Aceh Jaya, Syarifuddin selaku Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat Daya.

Selanjutnya, H Safriadi SH selaku Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil, Suhaimi Hamid selaku Wakil Ketua DPRK Bireuen dan terakhir dilantik Misbahul Munir ST selaku Wakil Ketua III DPRK Aceh Utara.

"Alhamdulillah, kemarin (Kamis) terakhir pimpinan DPRK dari PNA yang dilantik. Ini membuktikan bahwa apa yang kita lakukan selama ini semata-mata untuk menyelamatkan partai dan orang banyak, bukan kepentingan pribadi," tutupnya.

Tahan Diri

Disisi lain, konflik dualisme kepengurusan PNA antara kubu Irwandi Yusuf (hasil kongres 2017) dengan kubu Samsul Bahri alias Tiyong (hasil Kongres Luar Biasa (KLB) semakin memanas.

Terlebih setelah Irwandi mengeluarkan surat peringatan (SP) terhadap lima anggota DPRA dari partai itu karena alasan menolak hadir berkunjung ke Irwandi Yusuf di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung.

Sekretaris Komisi Pengawas PNA, Tgk Abrar Muda meminta semua pihak baik dari kubu Irwandi maupun kubu Tiyong untuk tahan diri dan berharap agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan dengan bijaksana.

"Semua pihak di DPP PNA harus tahan diri terhadap pernyataan-pernyataan dipublik yang bisa melukai dan semakin mempertajam konflik," katanya kepada Serambi, Jumat (19/3/2021).

Menurutnya, konflik yang dipertontonkan para elite partai telah menciderai konstitusi dan kader partai serta hati rakyat yang telah memberikan kepercayaan kepada PNA sebagai partai berbasis perjuangan.

"Semua kebijakan partai harus berdasarkan musyawarah dan mufakat yang telah diamanahkan oleh forum tertinggi partai (kongres) sebagaimana tertuang dalam AD/ART partai, dimana implementasinya dijalankan melalui mekanisme rapat-rapat," ujarnya.

Sesuai dengan tagline partai, "modern dan demokratis", sambung Abrar, maka semua kader termasuk pimpinan partai harus menjunjung tinggi norma dan etika dalam menjalankan roda kepemimpinan partai di semua level.(mas) 

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved