Berita Banda Aceh
Lansia Diperiksa Khusus Sebelum Vaksinasi Covid-19
“Ada pemeriksaan tambahan sebelum disuntik vaksin Covid-19 untuk memastikan keamanan dan juga kenyamanannya,”
Penulis: Subur Dani | Editor: Nur Nihayati
“Ada pemeriksaan tambahan sebelum disuntik vaksin Covid-19 untuk memastikan keamanan dan juga kenyamanannya,”
Laporan Subur Dani | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter, perawat, atau bidan) yang memiliki kompetensi dan profesional.
Orang lanjut usia (lansia) umur 60 tahun ke atas atau penderita penyakit komorbid akan diperiksa secara khusus sebelum vaksinasi diberikan.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media massa di Banda Aceh, Minggu (21/3/2021), agar para Lansia atau kelompok komorbid yang mau divaksin tidak perlu cemas.
“Ada pemeriksaan tambahan sebelum disuntik vaksin Covid-19 untuk memastikan keamanan dan juga kenyamanannya,” kata pria yang akrab disapa SAG itu.
Baca juga: Usai Bertemu Langsung, Keluarga Pastikan Polisi di RSJ adalah Abrip Asep, Hilang saat Tsunami Aceh
Baca juga: Jasa Raharja Aceh Jamin Seluruh Korban Kecelakaan Bus di Pantan Terong Aceh Tengah
Baca juga: Rahmandinho, Karyawan Serambi Indonesia Korban Tabrak Lari Jalani Operasi Kepala
Ia menjelaskan, serangkaian pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan sesuai pentunjuk Dirjen Kementerian Kesehatan RI tentang vaksinasi bagi kelompok sasaran Lansia, komorbid dan penyintas Covid-19, serta sasaran tunda.
Sebelum divaksin, petugas kesehatan memastikan terlebih dahulu kondisi Lansia apakah cukup prima untuk menerima vaksin Covid-19 melalui serangkaian pemeriksaan, seperti kemampuannya menaiki 10 anak tangga, sering merasa kelelahan, kemampuan berjalan kaki jarak 100-200 meter, atau penurunan berat badan.
Selain itu, petugas kesehatan juga memeriksa lima penyakit dari 11 penyakit berikut; hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal. Pemeriksaan itu dilakukan melalui serangkaian pertanyaan kepada Lansia atau keluarganya.
Apabila petugas mendapat tiga atau lebih jawaban “ya” atas pertanyaan-pertanyaan di atas, vaksinasi Covid-19 tidak dapat diberikan.
Hal ini menunjukkan vaksinasi bagi Lansia dilakukan secara ekstra hati-hati untuk mencegah kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) yang serius. Jadi, tak langsung disuntik, tegas SAG.
Pemeriksaan tambahan juga dilakukan terhadap kelompok komorbid, ibu menyusuai dan para penyintas Covid-19.
Penderita hipertensi dapat divaksinasi kecuali tekanan darahnya di atas 180/110 HmHg.
Penderita diabetes dapat divaksinasi sepanjang belum ada komplikasi akut. Ibu menyusui dapat divaksinasi. Sedangkan penyintas Covid-19 dapat divaksinasi jika sudah lebih dari tiga bulan.
“Jadi, tidak perlu cemas menerima vaksin Covid-19.
Petugas memiliki petunjuk teknis yang rinci yang harus diikuti untuk memastikan tidak terjadi KIPI yang serius,” kata SAG lagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/juru-bicara-pemerintah-aceh-saifullah-abdulgani.jpg)