Korban Tabrak Lari
Rahmandinho, Karyawan Serambi Indonesia Korban Tabrak Lari Jalani Operasi Kepala
Begitu sampai di sekitar turunan Jembatan Pango atau terpaut sekitar 75 meter dari Kantor Harian Serambi Indonesia tiba-tiba mobil yang melaju dari ar
Penulis: Misran Asri | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Misran Asri | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Abdurrahman (53), karyawan Serambi Indonesia Bidang Sirkulasi, menjadi korban tabrak lari di Jalan Banda Aceh-Medan, Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (22/3/2021).
Kecelakaan yang dialami Abdurrahman yang akrab disapa Rahmandinho itu terjadi saat warga Gampong Lamseupeung, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh tersebut, hendak menuju ke kantor Harian Serambi Indonesia di Jalan Banda Aceh-Medan, Gampong Meunasah Manyang.
Informasi yang diterima Serambinews.com, sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi, dari rumahnya di Lamseupeung, Rahmandinho bermaksud menuju kantor.
• Kakek 70 Tahun Tewas Dibacok, Pelaku Kesal Istrinya Diajak Berhubungan, Pernah Tertangkap Basah
• TNI AL Evakuasi Korban Kecelakaan Laut di Perairan Pondok Dayung, Tiga Meninggal Dunia
• Aceh Singkil Gelar Pemilihan Keuchik Langsung Serentak Tahun Ini
Begitu sampai di sekitar turunan Jembatan Pango atau terpaut sekitar 75 meter dari Kantor Harian Serambi Indonesia tiba-tiba mobil yang melaju dari arah Jembatan Pango langsung menyenggol stang sisi kiri sepeda motor yang dikendarai Rahman.
Bapak tiga anak itu pun tidak dapat mengendalikan sepeda motornya dan langsung terhempas jatuh dan mengenai trotoar serta jalan di kawasan tersebut.
Melihat hal itu, mobil yang menyenggol korban Rahmandinho langsung kabur.
Karena, hari masih begitu pagi dan jalanan masih sepi sehingga tidak ada yang mengenali mobil yang menabrak korban.
Manajer Percetakan Umum Harian Serambi Indonesia, Firdaus Darwis menyebutkan pascakecelakaan itu Rahmandinho sempat tidak sadarkan diri, karena darah bercucuran dari kepalanya.
Respons cepat warga setempat dibantu Karyawan Serambi Indonesia yang mengetahui kecelakaan itu langsung melarikan Rahmandinho ke RSUD Meuraxa.
"Alhamdulillah proses operasinya berjalan lancar. Korban belum sepenuhnya sadar dan saat ini masih di Rumah Sakit Meuraxa untuk mendapatkan perawatan intensif," terangnya.
Sementara Manajer Sirkulasi Harian Serambi Indonesia, Saiful Bahri menyayangkan sikap yang ditunjukkan pengemudi mobil yang menabrak korban dan langsung lari dari tanggung jawabnya.
"Bagaimana kalau kejadian yang sama terjadi pada diri sopir mobil itu. Harusnya, kondisi itu yang harus dipahami oleh sopir mobil yang menabrak Bang Rahmandinho itu. Bukan persoalan meminta ditanggung pengobatannya. Tapi, rasa tanggung jawab itu yang tidak ada dalam hati pengemudi mobil itu, buktinya dia langsung kabur," pungkas Saiful Bahri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto-rahmandinho.jpg)