Breaking News:

Otomotif

China Larang Mobil LIstrik Tesla Masuk Pangkalan Militer, Dituduh Sebagai Mata-mata AS

Pemerintah China ternyata lebih mengutamakan mobil lisrik buatan perusahaannya sendiri. Akibat kebijakan itu, mobil listrik Tesla asal AS dilarang

Reuters
Mobil listrik Tesla Model 3 di pabrik Shanghai China. 

SERAMBINEWS.COM, BEIJING - Pemerintah China ternyata lebih mengutamakan mobil lisrik buatan perusahaannya sendiri.

Akibat kebijakan itu, mobil listrik Tesla asal AS dilarang masuk pangkalan militer.

Menanggapi hal itu, CEO Tesla Inc, Elon Musk mengatakan perusahaannya akan ditutup jika mobilnya digunakan untuk memata-matai.

Pernyataan ini merupakan komentar pertama Musk usai muncul pemberitaan bahwa militer China telah melarang penggunaan mobil buatan Tesla dari fasilitas mereka.

“Ada dorongan yang sangat kuat bagi kami untuk sangat merahasiakan informasi apapun," ujarnya.

"Jika Tesla menggunakan mobil untuk memata-matai di China atau di manapun, bisnis kami akan ditutup," tambahnya.

Baca juga: Mobil Listrik Canggih Tesla Tabrak Mobil Polisi Sedang Parkir, Ini Penyebabnya

Seorang sumber kepada Reuters mengatakan militer China telah melarang mobil Tesla memasuki kompleks.

Dengan alasan masalah keamanan atas kamera yang dipasang pada kendaraan tersebut.

Pembatasan itu muncul ketika para diplomat top China dan AS mengadakan pertemuan yang kontroversial di Alaska.

Menjadi interaksi tatap muka pertama sejak Presiden AS Joe Biden menjabat pada 21 Januari 2021.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved