Berita Lhokseumawe
Di Mata Warga Kampungnya, Adnan Ganto Sosok yang Sangat Dermawan, Ini Alasannya
Putra Aceh kelahiran Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara yang sukses berkarier di tingkat nasional ini meninggal dunia dalam usia 74 tahun
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Jalimin
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Tokoh Aceh, Adnan Ganto meninggal dunia di Jakarta, Selasa (23/3/2021).
Putra Aceh kelahiran Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara yang sukses berkarier di tingkat nasional ini meninggal dunia dalam usia 74 tahun. Lalu bagaimana Adnan Ganto dimata warga kampungnya?
Serambinews.com, pada Selasa sore tadi, berkunjung ke desa kelahiran Adnan Ganto. Yakni, Desa Pulo Rayeuk, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara Dipinggir jalan, ada sebuah rumah kontruksi beton.
Tidak terlalu mewah. Itulah rumah Adnan Ganto yang selama ini ditempati keluarganya.
Saat didatangi, kondisi rumah sedang kosong. Menurut masyarakat setempat, sedang menuju ke Jakarta.
Dalam penelusuran lanjutan, Serambinews.com, bertemu dengan seorang kakek, bernama Zubir.
Zubir sudah berumur 68 atau beda sekitar enam tahun dengan almarhum Adnan Ganto.
Diceritakan, meski Adnan Ganto sosok orang yang sukses, namun tetap ramah dan dermawan.
Menurutnya, Adnan Ganto sering juga pulang ke desanya.
Baca juga: Kisah Adnan Ganto yang Berjiwa Dermawan, Bangun Masjid di Desanya Berbagi Sembako Hingga Sapi Kurban
"Walau tidak lama. Biasanya kalau pulang, pastu berziarah ke makam keluarganya," ujar Zubir.
Disamping itu, sering memberi bantuan untuk seluruh warga yang ada di Pulo Rayeuk.
"Bila menyerahkan bantuan, pasti seluruh warga dapat," katajya.
Bantuan ada yang berbentuk sembako, kain sarung, hungga daging meugang. Lalu, tiap tahun selalu berkurban di desanya.
"Kadang-kadang satu lembu. Kadang-ladang sampai dua lembu," katanya.