Breaking News:

Berita Abdya

DPRK & Distanpan Bahas Soal Pupuk Bersubsidi, Wartawan Dilarang Meliput, Komisi B Klarifikasi Begini

DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (24/3/2021), menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) secara 'tertutup'.

SERAMBI/ZAINUN YUSUF
Komisi Pengawasan Pupuk Bersubsidi dan Pestisida Kabupaten Abdya mengecek persediaan pupuk di sebuah kios pengecer Desa Keude Manggeng, Kecamatan Manggeng, Kamis (3/12/2020). 

“Ini RDP umum, tidak tertutup. Ini hanya miskomunikasi.Dengan jiwa yang besar, kami minta maaf sebesar-besarnya kepada rekan-rekan media semua,” kata H Munir H Ubit.

Diakui Munir, terjadi miskomunikasi hari itu akibat kealpaan pihaknya yang lupa mengarahkan pada para security agar tidak menahan dan melarang para wartawan yang ingin melibat kegiatan tersebut.

Baca juga: Kapal Kargo Raksasa Melintang di Terusan Suez, Jalur Pelayaran Tertutup

Baca juga: Duel Petinju Mike Tyson Dengan Evander Holyfield Jadi Digelar, Ini Jadwalnya

Baca juga: VIDEO Sosok Adnan Ganto di Mata Teman Kecilnya, Dermawan hingga Bangun Masjid di Kampung Halaman

"Ini kealpaan kami. Jika ada yang salah, kamilah yang bersalah. Sekali lagi kami minta maaf,” pinta politisi Partai Golkar tersebut.

Dalam kesempatan itu, Munir juga menyebutkan, RDP itu belum ada sebuah kesimpulan yang ditempuh, dikarenakan pihak Distanpan belum mengantongi data konkrit terkait RDKK. 

“Data yang kita kantongi dari Distanpan belum konkrit, karena masih ada pemotongan-pemotongan. Makanya, kita memberi waktu pada Distanpan untuk menyempurnakan data, sebelum kita gelar RDP selanjutnya,” ungkap Munir.

Menurut Amir, selama ini memang ada ditemui kejanggalan di lapangan dalam hal pemberian alokasi pupuk bersubsidi tersebut.

Dicontohkan, antara Kecamatan Babahrot dengan Kecamatan Kuala Batee, luas lahan pertanian penduduk lebih luas di Kuala Batee, namun dalam penyaluran pupuk bersubsidi, kuota pupuk lebih besar di Kecamatan Babahrot. 

Baca juga: Tingkatkan Prestasi Olahraga Air, Danlanal Simeulue dan KONI Gelar Rapat Bersama

Baca juga: Grand Max Terjun ke Jurang di Bener Meriah, TNI Turun Tangan Bantu Evakuasi Korban

Baca juga: Mengejutkan! Ini Temuan Komisi V DPRA Saat Sidak RSUZA, Ada Alkes Berusia 13 Tahun

“Juga ada beberapa kejanggalan lainnya yang harus segera dibenahi,” tegas Ketua Komisi B DPRK Abdya.

Ia menyebutkan, RDP yang dilakukan pihaknya bukan untuk mencari kesalahan dan mencari pembenaran sepihak, namun mencari solusi agar para petani mendapatkan pupuk dengan mudah dan sesuai kebutuhan.

“Perlu saya sampaikan, bahwa RDP ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi adalah mencari solusi sehingga petani kita mudah mendapat pupuk bersubsidi, dan pemilik kios dan penyuluh di lapangan pun nyaman bekerja,” pungkasnya.(*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved