Senin, 27 April 2026

Berita Aceh Utara

Pakai Ground-E, Hasil Panen Padi Milik Petani di Aceh Utara Ini Meningkat Tajam

Bahkan, sebelum dipanen, padi dalam areal sawah milik Bakhtiar yang berada di pinggir jalan utama Jeungka Gajah ini mampu menyita perhatian warga

Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Dokumen LSM Flofa Aceh
Ketua LSM Flofa Aceh, Darwis Kuta, membantu memanen padi warga yang memakai nutrisi Ground-E di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara. 

Bahkan, sebelum dipanen, padi dalam areal sawah milik Bakhtiar yang berada di pinggir jalan utama Jeungka Gajah ini mampu menyita perhatian warga sekitar.

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Seorang petani di Desa Paya Kambuk, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, T Bakhtiar, kali ini bisa memanen padi yang hasil yang meningkat tajam dibandingkan sebelumnya. 

Padahal pemupukan yang dilakukan untuk padi ini lebih sedikit dibanding sebelumnya. 

Apa rahasianya? ternyata petani ini memakai nutrisi tanaman berupa Ground-E.

Bahkan, sebelum dipanen, padi dalam areal sawah milik Bakhtiar yang berada di pinggir jalan utama Jeungka Gajah ini mampu menyita perhatian warga sekitar.

Banyak petani ketika melintasi kawasan tersebut berhenti dekat areal sawah milik Bakhtiar, untuk melihat padi yang tumbuh subur tersebut.

“Padi dalam areal sawah seluas 3.100 meter persegi tersebut sudah saya panen beberapa hari lalu.

Alhamdulillah, meski pupuknya minim saya gunakan, tapi hasilnya jauh lebih banyak kali ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar T Bakhtiar, Rabu (24/3/2021).

Petani di Pulau Jawa yang menggunakan produk Ground-E mulai memanen padi dan produksinya meningkat.
Petani di Pulau Jawa yang memakai produk Ground-E mulai memanen padi dan produksinya meningkat. (Dokumen LSM Flofa Aceh)

Baca juga: Hari Ini, Tujuh Warga Lhokseumawe Masih Terpapar Covid-19

Baca juga: Bocah Ini Temani Ayahnya Ketemu Wanita Lain di Cafe, Anak Cerita ke Ibu soal Perselingkuhan Bapaknya

Baca juga: Dulu Viral Nikahi Model Cantik Mas Kawin Sandal Jepit, Pria Ini Kini Dilapor Polisi Karena Pelecehan

Bakhtiar mengaku sangat bersyukur atas hasil tersebut.

Ia mengaku menggunakan nutrisi Ground-E tersebut setelah ditawarkan Ketua LSM Flora dan Fauna (Flofa) Aceh, Darwis Kuta, yang selama ini konsen memberikan penyuluhan kepada petani.

“Kata Darwis kalau menggunakan Nutrisi Ground-E, tidak perlu banyak pupuk,” ungkap Bakhtiar.

Penasaran atas hal ini, kata Bakhtiar, kemudian dirinya membeli Ground-E tersebut dua kilogram. 

Kemudian dicampur dicampur dengan pupuk urea sekitar 25 kilogram dan pupuk ZA sekitar 20 kilogram, selanjutnya pupuk itu ditaburi ke sawahnya. 

“Hanya nutrisi Ground-E dan dua jenis pupuk tersebut saya gunakan,” katanya.

Hasil panen padi yang diperoleh dari areal sawah seluas tersebut mencapai 3.571 kilogram.

“Kebetulan kali ini panennya menggunakan mesin combine, sehingga saya bisa mengetahui hasilnya secara pasti begitu siap panen,” katanya.

Hasil tersebut kata Bakhtiar jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Sebelumnya, lanjut Bakhtiar, jumlah panen padi dalam areal sawah tersebut maksimal 2.600 kilogram.

“Kali ini sedikit sekali bulir padi yang kosong. Padahal biasanya setiap kali sesudah panen dengan mengunakan perontok padi, bulir padi kosong sangat banyak,” ungkap pria asal Meurah Mulia itu.

Bakhtiar menambahkan biaya yang dikeluarkan kali ini juga lebih minim dibandingkan tahun sebelumnya.

Pasalnya, sebelumnya ia mengaku lebih banyak menggunakan pupuk.

”Taksiran, biaya saya keluarkan mulai dari pengolahan tanah, penanaman dan pemupukan tahun ini sekitar Rp 1,5 juta. Kalau sebelumnya mencapai Rp 3 juta lebih,” pungkas Bakhtiar.

Sementara itu Ketua LSM Flofa Aceh, Darwis Kuta kepada Serambinews.com menyebutkan, selama ini petani yang menggunakan Ground-E bukan hanya di kawasan Aceh Utara saja, tapi sudah hampir menyeluruh di Aceh.

Antara lain di Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupate Bireuen, hingga Kota Banda Aceh.

“Alhamdulillah setelah mereka menggunakan Ground-E, hasil panen tanaman mereka meningkat, bukan hanya tanaman padi, tapi juga tanaman lainnnya,” ujar Darwis.

Darwis menjelaskan nutrisi Ground-E memang diproduksi untuk meningkatkan produksi panen, dengan penggunaan pupuk yang minim.

“Petani di Pulau Jawa, Sumatera Utara, Kalimantan, dan Sulawesi juga meminta LSM Flofa Aceh untuk memberi penyuluhan cara menggunakan Ground-E yang tepat, beserta demplot percontohan,” ujar Darwis.

Kata Darwis, petani di sana belum memahami cara menggunakan nutrisi Ground-E yang benar dan tepat, supaya hemat pupuk 50 sampai 70% dan hasil panen bisa meningkat.

”Selama ini petani di sana yang menggunakan Ground-E hasil panennya, semua meningkat,” kata Darwis.

Dalam waktu dekat ini kata Darwis, LSM Flofa Aceh juga akan melakukan penyuluhan demplot percontohan ke Bener Meriah dan Takengon.

Pasalnya, sudah ada permintaan dari petani untuk memberikan penyuluhan cara menggunakan Ground-E. (adv/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved