Senin, 13 April 2026

Internasional

Warga Iran Serukan Penghapusan Rezim Ulama, Kampanye Disebar Melalui Media Sosial

Kehadiran kampaye anti-pemerintah di media sosial atau online, "tidak untuk Republik Islam", terus bergema di Iran.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Warga Iran di pengasingan melakukan demonstrasi anti-pemerintah. 

SERAMINEWS.COM, TEHERAN - Kehadiran kampaye anti-pemerintah di media sosial atau online, "tidak untuk Republik Islam", terus bergema di Iran.

Mereka menyerukan penghapusan rezim ulama telah mendapatkan popularitas dalam beberapa hari terakhir, saluran berita TV Al Arabiya melaporkan, Jumat (26/3/2021).

Kampanye yang diluncurkan pada Maret 2021 melawan pemerintah saat ini telah mendapatkan daya tarik dalam beberapa hari terakhir.

Dengan lebih dari 600 warga Iran anti-rezim, termasuk aktivis politik, artis, atlet, dan akademisi.

Baca juga: Muslim Rohingya Terus Tertimpa Musibah, Terusir dari Tanah Kelahiran, Tempat Mengungsi Terbakar

Para pendukung kampanye mengatakan rezim saat ini merupakan penghalang bagi pertumbuhan dan kemajuan negara.

Beberapa pendukung gerakan tersebut adalah kerabat orang Iran yang dibunuh oleh rezim tersebut.

Negara ini telah menghadapi gejolak politik dan ketidakstabilan yang sedang berlangsung.

Menyebabkan para pemimpin formal menyuarakan pendapat mereka.

Baca juga: Pusat Kerusuhan Berdarah Iran Kembali Makan Korban, Satu Orang Tewas Terkena Ledakan Bom

Mantan putra mahkota Iran Reza Pahlavi menyuarakan dukungannya untuk kampanye tersebut, men-tweet:

"Saya juga telah bergabung dan mendukung kampanye # No2IR yang dimulai oleh para aktivis di Iran."

Kampanye tersebut "melampaui partai politik atau afiliasi mana pun," tulis Pahlavi.

Dia menambahkan bahwa "kami dapat mengubahnya menjadi gerakan nasional yang inklusif."(*)

Baca juga: Polisi Bubarkan Massa Berbendera Bintang Bulan, 22 Unit Sepmor Diamankan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved