Berita Aceh Barat

Banjir di Mukim Krueng Bhee Kini Sudah Surut

Banjir yang menerjang kawasan kemukiman Krueng Bhee sempat menyebabkan dua sekolah terhenti dalam proses belajar mengajar.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
M Nasir, Keuchik Gampong Baro KB 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Genangan banjir yang menerjang tujuh desa di kawasan Kemukiman Krueng Bhee, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat pada Sabtu (27/3/2021) telah surut total.

Guyuran hujan di Aceh Barat sebelumnya terjadi sejak Kamis (25/3/2021) malam, dan kondisi tersebut membuat sekolah di daerah setempat terhentinya aktivitas belajar mengajar pada hari Jumat kemarin.

“Saat ini kondisi banjir sudah surut total, tidak ada lagi genangan banjir sudah surut,” kata Keuchik Gampong Baro KB, Kecamatan Woyla Timur, M Nasir kepada Serambinews.com, Sabtu (27/3/2021).

Disebutkan, bahwa cepatnya surut banjir itu disebabkan karena sebagian sungai besar sudah dilakukan pelurusan, sehingga air dengan cepat mengalir.

Banjir yang menerjang kawasan kemukiman Krueng Bhee sempat menyebabkan dua sekolah terhenti dalam proses belajar mengajar yakni SD dan SMP. 

Sedangkan saat ini aktivitas tersebut telah mulai normal kembali dengan surutnya  genangan air di halaman sekolah dan perumahan warga.

Baca juga: Seorang Siswi Ditemukan Tewas di Kamar Orangtuanya, Histori Pencarian Google Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Ibunda Bams Eks Samson, Desiree Mengaku Diusir dari Rumah, Suaminya, Hotma Sitompul Membantah

Baca juga: HRS Salahkan Mahfud MD Soal Kerumunan Penjemputannya di Bandara, Menko Polhukam Angkat Suara

Baca juga: Maling Pakai Xenia Bawa Kabur Kotak Amal Masjid di Pidie, Aksinya Terekam CCTV

Sebelumnya sejumlah desa yang terendam banjir itu masing-masing Desa Buket Meugajah, Blang Makmu, Gampong Baro KB, Alue Meuganda, Tuwi Empeuk, Alue Seuralen dan Desa Rambong Pinto.

Sementara ketinggian air yang terjadi saat itu bervariasi dari 10 hingga 1 meter, dan sejauh itu tidak ada warga yang mengungsi.

Disebutkan, bahwa banjir yang terjadi itu merupakan banjir yang rutinitas terjadi setiap tahunnya.

Ia menambahkan, kondisi banjir yang terjadi di 7 desa tersebut, termasuk desa yang dipimpinnya itu kini kondisi air mulai surut, karena sebagian sungai di daerah tersebut telah dilakukan normalisasi oleh pemerintah.

Sementara desa yang yang terparah dilanda banjir terdapat di Desa Gampong Baro KB, Blang Makmu dan di Desa Alue Seuralen dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 1 meter.

Ia menambahkan, kondisi banjir tersebut tidak semua rumah yang terendam banjir akan tetapi sebagian rumah saja di desa-desa yang terkena dampak banjir tersebut karena berada di dataran yang rendah.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved