Sabtu, 11 April 2026

Luar Negeri

Kepala Sekolah di Inggris Minta Maaf, Ada Guru Buat Gambar Nabi Muhammad untuk Bahan Ajar

Melansir dari Arab News, Jumat (26/3/2021) dilarang dalam Islam untuk menggambar Nabi Muhammad, karena Beliau merupakan panutan.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
Arab News
Kepala Sekolah pada sebuah sekolah menengah di Yorkshire, Inggris meminta maaf kepada orang tua setelah orang tua melakukan protes. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Kepala Sekolah pada sebuah sekolah menengah di Yorkshire, Inggris meminta maaf setelah orang tua siswa melakukan protes.

Permintaan maaf tersebut berkaitan dengan adanya seorang guru yang mengambar Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan bahan ajar di rumah sekolah.

Melansir dari Arab News, Jumat (26/3/2021) dilarang dalam Islam untuk menggambar Nabi Muhammad, karena Beliau merupakan panutan bagi seluruh kaum Muslim.

Kepala sekolah Batley Grammar School, Gary Kibble meminta maaf kepada orang tua atas penggunaan kartun tersebut.

Gambar tersebut diambil dari majalah satir Prancis Charlie Hebdo, untuk mengisi pelajaran agama.

"Setelah diselidiki, jelas bahwa sumber yang digunakan dalam pelajaran benar-benar dan tidak sesuai, selain itu kapasitas untuk menyebabkan pelanggaran besar bagi anggota komunitas sekolah.

Kami menyampaikan dengan tulus dan permintaan maaf," katanya.

Baca juga: Kepala Bappeda Aceh Ajak Ubah Mindset Litbang dari Sulit Berkembang Menjad Elit yang Membanggakan

Baca juga: Tingkatkan Mutu Siswa di Masa Pandemi Covid-19, MIN 7 Banda Aceh Gelar Kompetisi Aksinos

Orang tua juga turut protes di media sosial, terkait materi pelajaran yang diberikan guru pada anak-anak.

Jadwal sekolah tertunda beberapa jam, sampai jam 10 pagi karena adanya unjuk rasa dari orang tua di luar sekolah, bereaksi dengan pembelajaran yang diterima anak mereka.

Beberapa video yang tersebar di media sosial, memperlihatkan polisi membacakan permintaan maaf dari pihak sekolah kepada orang tua yang melakukan protes.

Seruan untuk pengunduran diri guru terkait juga berdengung pada unjuk rasa para orang tua.

Surat kabar lokal the Examiner Live melaporkan bahwa guru tersebut telah diskors, meskipun hal ini belum dikonfirmasi oleh sekolah.

“Sekolah sedang menyelidiki masalah ini menggunakan proses formal dan kami berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah,” kata Kibble kepada orang tua di sekolah tersebut.

Baca juga: BNNK Gayo Lues akan Budidayakan Tanaman Jahe Merah Sebagai Pengganti Ganja, Segini Luas Lahannya

Dia mengatakan gambar telah dihapus dari konten kursus, dan seluruh konten kursus akan ditinjau untuk materi ofensif lainnya.

Pada 2015, kantor Charlie Hebdo di Paris diserang oleh dua teroris yang mengaku berafiliasi dengan Al-Qaeda dan membunuh 12 orang, termasuk kartunis staf dan dua polisi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved