Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, Berikut Fakta Kronologinya
Akibat bom bunuh diri itu, dilaporkan setidaknya satu pelaku tewas dan 14 korban mengalami luka-luka.
"Lalu dia menahan di depan pintu (gerbang) itu, dan di situlah terjadi ledakan," jelasnya.
2. Jumlah Korban
Update terbaru dari kepolisian saat berita ini diturunkan, korban luka-luka akibat bom bunuh diri ini sebanyak 14 orang.
Korban semula dilaporkan sebanyak 9 orang, namun kemudian dilaporkan bertambah 5 orang.
"Bertambah 5 orang, sehingga total korban bom di Makassar menjadi 14," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan, Minggu, dikutip dari TribunTimur.
Namun pihak kepolisian belum bisa merincikan 14 korban tersebut.
"Saat ini kami masih melakukan pendalaman, untuk teknisnya belum bisa kita rincikan," ujar Kombes Pol. E Zulpan.
Baca juga: Pastor Paroki Ungkap Kronologi Ledakan Bom Bunuh Diri di Pintu Masuk Gereja Katedral Makassar
Adapun dua orang diduga tewas yakni pelaku bom bunuh diri.
Baca juga: Ashanty Syok Kakinya Dicium Aurel: 12 Tahun Itu Apa Sudah Berharga Jadi Ibu
Pelaku diduga berjumlah dua orang yang berboncengan.
"Sementara olah TKP di lapangan, karena yang tadi disampaikan itu memang kita sudah temukan potongan tubuhnya, bisa dikenali korban tersebut pelaku," kata Kombes Pol. E Zulpan.
Diduga bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. (Istimewa)
Sementara itu, Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan, pelaku ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar diduga dua orang.
"Kita mendapatkan informasi ada dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic," ujar Argo, dikutip dari siaran langsung YouTube Kompas TV, Minggu.
"Kemudian terjadi ledakan di depan pintu gerbang Gereja Katedral Makassar," lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jenazah-di-gerbang-gereja-katedral-makassar-disebut-pelaku-bom-bunuh-diri.jpg)