Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Sebanyak 11 Pemuda Tamiang Diberangkatkan ke Bekasi untuk Menimba Ilmu Komputer

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Aceh Tamiang memberangkatkan sebelas pemuda ke Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK)..

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Jalimin
Serambinews.com
Kadisnakertrans Aceh Tamiang, Muhammad Zein. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Aceh Tamiang memberangkatkan sebelas pemuda ke Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) untuk mendalami ilmu design grafis dan teknik informatikan komputer, Minggu (28/3/2021).

Keberangkatan pemuda ini dipilih langsung panitia BBPLK Bekasi ketika melakukan pelatihan tertulis di Aceh Tamiang, 18 Maret lalu.

Menurut Kadisnakertrans Aceh Tamiang, Muhammad Zein, kesebelas pemuda ini dinilai mampu mengikuti pelatihan tertulis dengan baik sehingga diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan secara praktik.

“Tentunya kita sangat mengapresiasi program ini karena telah memberi kesempatan untuk anak-anak kita berkembang lebih baik,” kata Zein.

Zein menjelaskan pelatihan di BBPLK Bekasi ini akan dimulai 29 Maret 2021 dan berlangsung selama 40 hari. Dia berharap para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan ilmu dan keterampilan agar bisa digunakan di dunia kerja.

“Perlu juga diingat bahwa harus selalu menjaga nama baik Aceh Tamiang. Tetaplah kompak, saling menjaga dan mengingatkan dan berprilaku sopan," pesannya.

Sebelumnya Bupati Aceh Tamiang Mursil memastikan program skill development center (SDC) tetap menjadi perhatian utama pada tahun ini.

Program ini ditegaskannya akan terus dikembangkan sebagai solusi membekali masyarakat dengan skil berwirausaha.

“Melalui SDC ini, kita ingin membentuk masyarakat memiliki karakter berwirausaha, bukan lagi sekadar mencari kerja,” kata Mursil.

Sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, di 2021 ini Mursil meminta Disnakertrans Aceh Tamiang membuka satu kelas khusus untuk alumni dayah. Dia berharap melalui program ini industri di Aceh Tamiang di masa depan akan lebih islami sekaligus memberi kesempatan santri untuk menjadi pengusaha.

Mursil mengaku mendapat inspirasi ini ketika berada di Mekkah dan melihat semua aktivitas pekerjaan berhenti ketika azan berkumandang.

“Kalau ini berjalan, maka Tamiang akan diisi pekerja-pekerja islami. Tidak ada lagi aktivitas ketika azan berkumandang,” kata Mursil.

Kadisnakertans Aceh Tamiang, Muhammad Zein menjelaskan tahun ini alokasi SDC sebanyak 120 orang. Sedangkan kelas khusus untuk alumni dayah disebut Zein berupa kelas perbaikan ponsel.(*)

Baca juga: Sejarah Indonesia Ekspor Opium, Untuk Gaji Pegawai Pemerintah Hingga Barter Dengan Senjata

Baca juga: Laga Besok, Persiraja Siap Gempur Bali United, Janji Tampil All Out

Baca juga: Satgas TMMD Maksimalkan Pengerjaan Sasaran Fisik TMMD ke 110 Kodim 0107/Aceh Selatan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved