Selasa, 28 April 2026

Kesehatan

Yuk, Simak Cara-cara Alami Turunkan Asam Urat agar Aman Saat Puasa

Peningkatan risiko asam urat tinggi juga terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat obesitas, psoriasis, dan kanker.

Editor: Nur Nihayati
Manjadda Blog
Asam Urat 

Peningkatan risiko asam urat tinggi juga terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat obesitas, psoriasis, dan kanker. 

SERAMBINEWS.COM - Menghadapi bulan suci Ramadhan sebaiknya menjaga tubuh agar selalu sehat.

Salah satunya menghindari penyakit bisa membahayakan.

Nah, bagaimana bagi Anda penderita asam urat, sudahkah mewaspadai?

Penderita asam urat biasanya bisa tiba-tiba merasakan nyeri sendi atau sendi terasa kaku.

Ini menandakan asam urat sedang tinggi dan perlu ditangani.

Ada beberapa cara mudah dan alami mengatasi asam urat yang perlu dicoba.

Baca juga: Sholat Dhuha 2 Rakaat, Ini Niat hingga Doa Khususnya, Keutamaan Luar Biasa

Baca juga: Ketahuilah! Sholat Tahajud, Tata Cara Mulai Waktu, Doa Setelah dan Keutamaannya

Baca juga: Minggu Malam Senin Malam Nisfu Syaban, Ingat Doa dan Puasa Sunnah Dianjurkan Rasulullah SAW

Dilansir dari Kompas.com, bisa jadi, itu ciri-ciri asam urat sedang tinggi.

Asam urat diproduksi saat tubuh memecah bahan kimia yang disebut purin.

Asam urat larut dalam aliran darah, mengalir melalui ginjal, dan meninggalkan tubuh lewat urin.

Namun, jika asam urat dalam darah tidak disaring secara efisien dan mencapai tingkat yang tinggi (hiperurisemia), maka hal itu dapat menyebabkan pembentukan kristal.

Kristal ini akan mengendap di persendian dan dapat menyebabkan asam urat, sejenis artritis.

Sekitar 20 persen orang dengan hiperurisemia berpotensi terkena penyakit asam urat.

Peningkatan risiko asam urat tinggi juga terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat obesitas, psoriasis, dan kanker.

Kadar asam urat kita dapat diukur dengan tes darah.

Untuk wanita harus di bawah 6 mg/dL (miligram per desiliter darah).

Sementara pria harus di bawah 7 mg/dL.

Nah, apabila kadar asam urat terlalu tinggi, berikut ini beberapa cara terbaik menurunkan secara alami, yang dikutip dari laman Insider.

1. Konsumsi makanan dengan purin rendah

Purin merupakan bahan kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh dan bisa ditemukan dalam makanan tertentu.

Purin hewani dari daging dan makanan laut dapat memengaruhi kadar asam urat secara khusus.

Makanan yang mengandung purin tinggi dan harus kita hindari atau batasi antara lain: - Daging jeroan seperti hati atau ginjal - Kerang dan ikan berminyak seperti teri dan tuna - Beberapa sayuran, termasuk asparagus, jamur, dan bayam

Sebaliknya, ini pilihan makanan yang mengandung purin dalam jumlah rendah yakni: - Kacang dan selai kacang - Telur - Produk susu rendah lemak atau tanpa lemak termasuk keju, susu, dan yogurt - Buah ceri

2. Dapatkan lebih banyak vitamin C

Para peneliti menemukan, vitamin C dapat membantu menurunkan kadar asam urat.

Responden yang mengonsumsi 500 mg suplemen vitamin C setiap hari selama dua bulan memiliki kadar asam urat yang jauh lebih rendah.

Dalam kesimpulan studi tahun 2005 yang diterbitkan di Arthritis & Rheumatism itu disebutkan, penurunannya rata-rata mencapai 0,5 mg/dL.

Terbukti, sebuah studi di tahun 2013 yang juga diterbitkan di Arthritis & Rheumatismmembuktikan hal tersebut.

Responde dengan asam urat yang mengonsumsi 500 mg vitamin C setiap hari selama delapan minggu, tidak secara signifikan kadar asam uratnya turun.

3. Hindari alkohol dan minuman manis

Berdasarkan laporan dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional AS, minum bir atau alkohol dapat meningkatkan kadar asam urat.

Sebab, alkohol meningkatkan purin dalam darah yang menghasilkan lebih banyak asam urat.

Bir mengandung purin paling banyak, sedangkan anggur memiliki purin paling sedikit.

Minuman bersoda yang mengandung gula atau sirup jagung fruktosa tinggi juga dapat meningkatkan kadar asam urat. Ketika tubuh memecah fruktosa, gula alami dalam minuman ini akan menghasilkan purin, yang kemudian menyebabkan asam urat naik.

4. Minum kopi

Kopi mengandung antioksidan yang disebut asam klorogenat yang dapat menurunkan kadar asam urat. Kopi bahkan dapat mencegah asam urat.

Menurut sebuah penelitian tahun 2007, pria yang minum 4-5 cangkir kopi sehari memiliki risiko relatif lebih rendah terkena encok sebanyak 40 persen, jika dibandingkan dengan pria yang tidak minum kopi.

Minum hingga sekitar empat cangkir (400 miligram) kopi yang diseduh setiap hari tampaknya aman untuk orang dewasa yang sehat.

Tetapi, minum lebih banyak dapat menyebabkan efek samping dari kafein seperti sakit kepala, insomnia, dan gugup.

5. Mengurangi berat badan

Selain menghindari makanan dan minuman tertentu, mengurangi berat badan juga dapat menurunkan kadar asam urat. Kelebihan berat badan atau obesitas membuat ginjal kurang efisien dalam menghilangkan asam urat melalui urin.

Risiko terkena asam urat pun 10 kali lebih tinggi pada orang yang mengalami obesitas dibandingkan orang yang memiliki berat badan sehat.

Sebuah studi tahun 2017 meneliti 4.678 orang di China dengan kadar asam urat tinggi menemukan.

Ditemukan, mereka yang kehilangan lebih dari 10 kilogram selama dua tahun memiliki kadar asam urat yang "secara signifikan" lebih rendah.

Hal ini terutama berlaku untuk pria paruh baya yang gemuk.

Demikian kesimpulan penelitian yang diterbitkan di Oncotarget.

6. Jangan minum obat tertentu

Beberapa obat dapat meningkatkan kadar asam urat dan menyebabkan kita memproduksi lebih sedikit urin. Obat-obatan ini, tersedia dengan resep, termasuk yang berikut ini: - Diuretik, disebut pil air, seperti Demadex (torsemide), Microzide (hydrochlorothiazide), dan Thalitone (chlorthalidone). - Antibiotik antituberkulosis seperti Rifater (pyrazinamide) dan Myambutal (ethambutol) - Obat imunosupresan seperti Gengraf (siklosporin) - Aspirin dosis rendah juga dapat meningkatkan kadar asam urat karena mengganggu kemampuan ginjal untuk mengeluarkan asam urat

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Asam Urat Kumat? Ini Cara-cara Alami Turunkan Asam Urat, 

BERITA TERKAIT ASAM URAT LAINNYA

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved