Breaking News:

Berita Aceh Besar

Majelis Hakim MS Jantho Vonis Paman Perkosa Keponakan 200 Bulan Penjara, Bebaskan Ayah Kandungnya

Majelis Hakim C1 yang menyidangkan perkara pemerkosaan terhadap anak di bawah umur menjatuhkan hukuman penjara selama 200 bulan atau 16,6...

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Majelis Hakim Mahkamah Syar'iyah Jantho dalam sidang terbuka untuk umum, Selasa (30/3/2021) di Ruang Sidang Utama Mahkamah Syar’iyah Jantho, menjatuhkan hukuman penjara selama 200 bulan atau 16,6 tahun kepada terdakwa DP yang dinyatakan terbukti telah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya, Selasa (30/3/2021). 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, JANTHO  - Majelis Hakim C1 yang menyidangkan perkara pemerkosaan terhadap anak di bawah umur menjatuhkan hukuman penjara selama 200 bulan atau 16,6 tahun kepada terdakwa DP yang dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya sebagaimana ketentuan Pasal 49 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Dengan amar putus majelis hakim yaitu menyatakan terdakwa DP terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya, sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

Menjatuhkan 'uqubat ta'zir terhadap terdakwa dengan 'uqubat penjara selama 200 bulan dikurangi masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa.

Memerintahkan terdakwa tetap dalam tahanan. Menyatakan barang bukti berupa satu buah flashdisk yang berisikan rekaman pengakuan korban dirampas untuk dimusnahkan. Menghukum terdakwa untuk membayar biaya perkara sejumlah lima ribu rupiah

Putusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim dalam sidang terbuka untuk umum, Selasa (30/3/2021) di Ruang Sidang Utama Mahkamah Syar’iyah Jantho, Aceh Besar, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Jaksa Tuntut Ayah dan Paman Kandung, Terdakwa Pemerkosa Anak Kandung Maksimum 200 Bulan Penjara

Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho, Siti Salwa SHI MH melalui Humasnya Tgk Murtadha Lc, kepada serambinews.com dalam rilis Selasa (30/3/2021) mengatakan, bahwa majelis hakim sudah mempertimbangkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, mendengar keterangan korban dan mempertimbangan alat bukti secara seksama dan menyeluruh terhadap proses jalannya pemeriksaan persidangan perkara ini, sehingga majelis hakim mempunyai keyakinan kuat untuk menjatuhkan hukum 200 bulan penjara kepada terdakwa DP.

Terhadap putusan tersebut, terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukumnya Tarmizi SH MH menyatakan keberatan dan  akan mengajukan upaya hukum yaitu banding ke Mahkamah Syar’iyah Provinsi Aceh.

Sementara itu,  ayah kandung (MA) pada persidangan selanjutnya di hari yang sama, Majelis Hakim juga membacakan putusan perkara pemerkosaan terhadap anak kandung dengan terdakwa MA, Majelis Hakim memutuskan dengan amar putusan yaitu menyatakan terdakwa MA tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram atau pelecehan seksual terhadap anak, sebagaimana dalam dakwaan pertama maupun kedua.

Membebaskan terdakwa dari dakwaan penuntut umum, memulihkan hak terdakwa (rehabilitasi) dalam kemampuan, kedudukan dan martabatnya. Memerintahkan terdakwa dikeluarkan dari tahanan di Rumah tahanan Negara segera setelah putusan ini diucapkan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved