Kamis, 23 April 2026

Bendungan Karet

Risdam Bendungan Karet Lambaro Terendam Air Bah, Berlumpur dan Bocor

Irwandi mengungkapkan, dirinya sangat sedih ketika melihat Risdam, atau bendungan sementara yang dibuat untuk memperbaiki bendungan karet Lambaro,

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/PDAM Tirta Daroy
Risdam atau bendungan sementara yang telah dibangun pihak PDAM Tirta Daroy, bersama Balai Wilayah Sungai I Sumatera terendam air bah yang datang dengan dari hulu Sungai, Krueng Aceh, Seulimum, Aceh Besar. 

Laporan Herianto I Banda Ace

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hujan yang melanda Aceh Besar dan Banda Aceh pada Minggu sampai Senin (29/3/2021) telah mengakibatkan Risdam atau bendungan sementara yang telah dibangun pihak PDAM Tirta Daroy, bersama Balai Wilayah Sungai I Sumatera, untuk memperbaiki bendungan karet Lambaro yang bocor terendam oleh air bah yang datang dengan derasnya dari hulu Sungai, Krueng Aceh, Seulimum, Aceh Besar.

“Karena bendungan risdamnya sudah terendam air bah yang datang dari Hulu Sungai Krueng Aceh dengan debit air yang sangat deras, pekerjaan penambalan bendungan karet yang bocor, sejak hari Senin kemarin, sudah dihentikan,” kata Direktur Tehnik PDAM Tirta Daroy Irwandi kepada Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin, ST, MT, pada saat meninjau lokasi Bendungan Karet, Selasa (30/3/2021) di Lambaro, Aceh Besar.

Irwandi mengungkapkan, dirinya sangat sedih ketika melihat Risdam, atau bendungan sementara yang dibuat untuk memperbaiki bendungan karet Lambaro, yang berada di dekat dengan intake atau pintu sedot air baku PDAM di samping kiri Sungai Krueng Aceh, Lambaro, terendam air bah, sejak Senin Pagi kemarin, yang datang dari hulu Sungai Krueng Aceh, Selimum, Aceh Besar.

Kisruh Lahan di Tenggulun Dicurigai Hanya Pertikaian Individu

Majelis Hakim MS Jantho Vonis Paman Perkosa Keponakan 200 Bulan Penjara, Bebaskan Ayah Kandungnya

Plt Sekda Aceh Selatan Buka Kegiatan Konsultasi Publik Ranwal RPJMD

Pada hari Minggu, ungkap Irwandi, dirinya masih melihat buruh yang bekerja sebagai penambal bendungan karet sebanyak empat orang, sedang mengeringkan air berlumpur dari kolam Risdam, menggunakan alat berat Lhong Am dan pompa air.

Karet bendungan yang kotor kena lumpur bersama pinggiran penjepit karet bendungan, kata Irwandi dibersihkan para pekerja.

Karet bendungan yang sudah dibersikan dari air lumpur, dinaikkan ke atas dan karet bendungan yang sudah bersih, terlihat ada yang bocor dan koyak ditandai untuk penambalannya.

Ada lima sampai tujuh titik lokasi karet bendungan yang bocor. Ada yang terkoyak sampai 6 meter, kemudian ada hanya bolong puluhan sentimeter, akibat tertusuk benda keras dalam sungai.

Lumpur yang berada dalam bendungan, dikeluarkan dari dalam karet bendungan, supaya pada saat karet bendungan dipasang kembali, dalam bendungan karet sudah tidak ada lumpurnya.

Sampai Minggu sore, pekerjaan masih terus berlangsung. Namun pada Senin pagi, hujan terus melanda Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, membuat debit air sungai Krueng Aceh bertambah banyak dan permukaan air di sungai naik melampui tanggul risdam yang dibangun.

Air bah yang datanag dari hulu sungai masuk ke dalam kolam Risdam, pada Minggu Sore.

Melihat ketinggian terus meningkat dan debit air yang mengalir di sungai sangat deras, para pekerja yang berada dalam kolam naik ke atas tanggul, sebagai tanda pekerjaan pengeringan kolam Risdam untuk penambalan karet bendungan yang bocor, dihentikan.

Irwandi mengatakan tahapan pekerjaan penambalan karet bendungan yang bocor, di stop sementara, sampai air sungai kembali turun dari permukaan tanggul bendungan.

Sampai hari Selasa (30/3) siang, permukaan air sungai masih tinggi, berada di atas tanggul bendungan Risdam. P

ekerjaan penambalan bendungan karet ini, awalnya akan dilakukan bulan januari, tapi karena frekuensi curah hujan pada bulan itu masih tinggi, pekerjaannya ditunda hingga awal Maret.

Pada awal Maret, setelah berkonsultasi dengan pihak BMKG dan menurut perkiraan BMKG, frekuensi hujan, telah menurun.

Pada minggu pertma bekerja sampai minggu keempat, susana pekerjaan terasa Nyman sekali, karena terus panas. Kalau pun ada hujan, hanya sebesar, dan tidak membuat permukaan air sungai naik tinggi.

“Namun, manusia hanya bisa berencana, tapi jika Allah SWT berkehendak, tak ada siapapun yang bisa menghalanginya,” ujar Irwandi.

Pekerjaan penambalan bendungan karet, kata Irwandi, tetap akan dilanjutkan, tapi kapan harus memulainya, sangat tergantung dari penurunan permukaan air sungai.

Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin, ST, MT mengatakan, upaya yang telah dilakukan pihak PDAM Tirta Daroy, bersama pihak BWS I Sumatera dan PDAN Tirta Montala, Aceh Besar untuk memperbaiki karet bendungan yang bocor, guna mempertahankan permukaan air sungai pada musim kemarau tetap tinggi, sudah berjalan maksimal.

Namun, karena tiba-tiba dua hari ada hujan lebat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, membuat muka air sungai Krueng Aceh naik, sampai ke atas bantaran sungai, membuat tanggul bendungan risdam yang sudah dibuat terendam air, terendam air.

Akibatnya pekerjaan di stop, dan untuk memulainya kembali, harus menunggu permukaan air sungai Krueng Aceh turun, di bawah tanggul bendungan Risdam yang sudah dibuat.

Kecuali itu, karena ada beberapa bagian tanggul Risdam yang jebol, untuk melaksanakan pekerjaan penambalan, harus lebih dulu membangun kembali tanggul bendungan risdam yang jebol, akibat diterjang air bah yang datang dari hulu Sungai Krueng Aceh di Seulimum.

Kapan itu dilakukan, sangat tergantung dari penurunan permukaan air sungai.

"Yang jelas pekerjaan penambalan bendungan karet Lambaro ini tetap akan dikerjakan, cuma saja, jadwalnya kembali mundur. Peristiwa ini, sudah kita lapor ke Pak Wali dan beliau, bisa memakluminya,” ujar Jalaluddin.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved