Breaking News:

Berita Subulussalam

Apkasindo Soroti Program PSR, Begini Penjelasan Kadistanbunkan Kota Subulussalam

“Saya berterima kasih atas adanya informasi yang disampaikan oleh Ketua Apkasindo tersebut sebagai bahan kami untuk melakukan pengawasan dalam

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Ketua Tim Pelaksana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Kota Subulussalam, Ir Sulisman MSi 

“Saya berterima kasih atas adanya informasi yang disampaikan oleh Ketua Apkasindo tersebut sebagai bahan kami untuk melakukan pengawasan dalam pelaksanaan PSR di Kota Subulussalam,” kata Sulisman.

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Ketua Tim Pelaksana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Kota Subulussalam, Ir Sulisman MSi, angkat bicara terkait sorotan dan sejumlah dugaan. 

Ya, dugaan yang disampaikan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia ( Apkasindo) Subulussalam, Ir Netap Ginting

Sebelumnya dalam siaran pers dikirim kepada Serambinews.com, Rabu (31/3/2021), Ketua Apkasindo Subulussalam, Netap Ginting, menyororoti Program PSR di Subulussalam yang dinilai sarat masalah. 

“Saya berterima kasih atas adanya informasi yang disampaikan oleh Ketua Apkasindo tersebut sebagai bahan kami untuk melakukan pengawasan dalam pelaksanaan PSR di Kota Subulussalam,” kata Sulisman.

Meski demikian, Sulisman mengatakan dugaan Ketua Apkasindo harus dibuktikan kebenarannya sesuai dengan tahapan pekerjaan dan RAB yang ada pada masing-masing koperasi.

Pasalnya, menurut Sulisman yang merupakan Kepala Dinas Perkebunan, Pertanan dan Perikanan (Distanbunkan) tidak semua komponen pekerjaan replanting dilakukan oleh pihak koperasi, gapoktan atau kelompok tani.

Baca juga: Wanita Penyerang Mabes Polri Punya Kartu Anggota Klub Menembak, Ini Tanggapan Sekjen Perbakin

Baca juga: Profesor Prancis Terdampar di Turki, Paspor Dilucuti, Pemeriksaan tak Jelas

Baca juga: Saipul Jamil Segera Bebas dari Penjara, Begini Harapan Dewi Perssik pada Mantan Suaminya

Dia menjelaskan ada juga komponen pekerjaan yang menjadi tanggungjawab petani.

”Dalam program PSR ini ada pekerjaan ditangani petani sendiri,” terang Sulisman.

Ditambahkan, untuk program replanting dari penumbangan sampai selesai penanaman dan perawatan tahun ketiga, diperkirakan kebutuhan biaya sekitar Rp 57 juta s/d Rp 65 juta.

Sementara kata Sulisman, dana yang tersedia dalam program PSR hanya Rp 25 juta pada tahun 2019 dan Rp 30 juta di tahun 2020 per hektarenya.

“Jadi sampai dengan hari ini belum ada pekerjaan yang selesai untuk diserahkan kepada petani karena tanggungjawab koperasi sampai dengan minimal dua tahun baru bisa diserahterimakan,” papar Sulisman

Karenanya, mantan Kepala Bappeda Kota Subulussalam ini mengatakan kalau ternyata sampai dengan waktu jadwal penyerahan kepada petani pekerjaannya tidak sesuai, maka tim monitoring juga akan menolak apalagi petani pemilik sudah pasti tidak akan menerima.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved