Rabu, 22 April 2026

Internasional

Sekjen PBB Tegaskan, 'Perang di Suriah Bukan Hanya Milik Suriah'

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa (30/3/2021) menegaskan "Perang di Suriah bukan hanya Perang Suriah,"

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Tentara bayaran Rusia sedang beroperasi di Suriah 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa (30/3/2021) menegaskan "Perang di Suriah bukan hanya Perang Suriah."

“Mengakhirinya, dan penderitaan luar biasa yang terus ditimbulkannya, adalah tanggung jawab kolektif," ujarnya.

"Hari ini, kita semua harus berkomitmen penuh untuk mencapai tujuan itu," ata Guterres dalam sesi pleno informal Majelis Umum yang diadakan oleh presidennya, Volkan Bozkir.

Dilansir AFP, Sekretaris Jenderal memberi pengarahan kepada anggota tentang perkembangan terbaru di negara ini.

Termasuk kemajuan implementasi Resolusi 2254, yang diadopsi pada Desember 2015 dan seruan gencatan senjata dan penyelesaian politik; krisis kemanusiaan; dan situasi hak asasi manusia.

Dia kembali menyerukan resolusi politik untuk konflik dan menegaskan kembali bahwa tidak ada solusi militer.

Dia menambahkan negara itu berada dalam semacam limbo karena situasinya terus mengarah ke salah satu tanpa perang, tanpa perdamaian.

"Kemajuan yang kredibel dalam pekerjaan Komite Konstitusi Suriah," kata Guterres.

Dia menilai itu merupakan langkah penting menuju implementasi Resolusi 22454.

Menyerukan penyusunan konstitusi baru yang akan membuka jalan bagi pemilihan yang bebas dan adil, di bawah naungan PBB.

Di mana semua warga Suriah, termasuk diaspora, akan memiliki hak untuk memilih.

“Hasil kerja komite sejauh ini tidak sesuai dengan harapan saya," katanya.

"Lebih penting lagi, mereka telah gagal memenuhi harapan rakyat Suriah, ”tambahnya.

Baca juga: AS Desak Sekutu Barat Pulangkan Pejuang dan Keluarga ISIS dari Kamp Tahanan Kurdi di Suriah

Dia menggemakan seruan oleh Geir Pedersen, utusan khusus PBB untuk Suriah, untuk sesi keenam komite yang akan datang.

Untuk menetapkan tujuan yang jelas, metode kerja yang kredibel dan meningkatkan kerja sama antara dua ketua bersama.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved