Rabu, 20 Mei 2026

Pasar Induk Lambaro Jorok dan Bau

Ketua Komisi II DPRK Aceh Besar, Mursalin SHI, menyorot kondisi Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar

Tayang:
Editor: hasyim
SERAMBI/HENDRI
Pembeli melintasi jalan becek di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Rabu (20/1/2021) Pagi. 

* Dewan Ajak Pemkab Lakukan Pembenahan

ACEH BESAR - Ketua Komisi II DPRK Aceh Besar, Mursalin SHI, menyorot kondisi Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Ia menyayangkan kondisi pasar yang semrawut, jorok, becek dan menimbulkan bau tak sedap.

"Saya kecewa melihat pasar Lambaro terkesan jorok dan tak terurus," ujar politisi PKS ini saat melakukan Inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Lambaro, Rabu (31/3/2021).

Dalam sidak itu, Mursalin berkeliling dari satu blok ke blok lain. Dia juga mengecek saluran pembuangan tempat penjual ikan segar. Di tempat ini, dia semakin kecewa ketika melihat banyak ikan tak terjual yang dibuang dalam parit dangkal, sehingga menimbulkan bau tak sedap. Apalagi saluran pembuangan di parit juga berfungsi.

Melihat kondisi itu, Mursalin mengajak Pemkab Aceh Besar agar bersama-sama membenahi Pasar Lambaro, termasuk tempat parkir dan lapak para pedagang. Hal ini sangat dimungkinkan mengingat areal pasar yang cukup luas.

“Pasar Lambaro ini harus menjadi perhatian serius pihak eksekutif dan legislatif,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRK Aceh Besar ini juga mengimbau kepada pedagang agar menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. “Kalau pasar sudah bersih, pembeli juga pasti senang berbelanja di lokasi ini,” timpal dia.

Untuk diketahui, Pasar Induk Lambaro ini telah berdiri sejak 1986. Pada tahun 2007, dilakukan perkembangan dalam pembangunan sarana prasarana pasar serta direnovasi beberapa sarana prasarana pasar.

Pembangunan kembali pasar ini dilakukan dengan sumber dana yang berasal dari bantuan hibah dari pemerintah dan masyarakat Jepang melalui Japan International Cooperation System (JICS). Ini merupakan bagian dari merehabilitasi dan membangun kembali infrastruktur perdagangan di Aceh pascabencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004.

Akan Bangun Saluran Pembuangan

Sementara itu, Kabid Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Aceh Besar, Muslim mengakui Pasar Induk Lambaro kurang terurus.

Kesan jorok dan bau dia katakan, muncul karena saluran pembuangan tak berfungsi. “Kita rencanakan akan membangun saluran pembuangan di daerah itu,” timpalnya.

Pihaknya akan terus berupaya membenahi Pasar Induk Lambaro dan akan mengatur areal perparkiran sehingga tidak semrawut. “Lokasi pasar memang cukup luas, kita menunggu diaspal saja. Kita juga akan atur jalur masuk dan keluar bagi mobil agar tidak menimbulkan kemacetan,” tambah Muslim.(as)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved