Sabtu, 9 Mei 2026

Internasional

Dunia Arab dan Internasional Dukung Raja Jordania, Sejumlah Tokoh Senior Ditangkap

Pengadilan Kerajaan Arab Saudi menyuarakan dukungannya untuk Raja Abdullah II dari Jordania. "Kerajaan menegaskan dukungan penuhnya, dengan semua

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kanan) menyambut kedatangan Raja Abdullah II dari Jordania di Bandara Internasional Riyadh, Senin (8/3/2021). 

SERAMBINEWS.COM, AMMAN - Pengadilan Kerajaan Arab Saudi menyuarakan dukungannya untuk Raja Abdullah II dari Jordania.

"Kerajaan menegaskan dukungan penuhnya, dengan semua kemampuann untuk semua keputusan dan tindakan yang telah diambil," kata Pengadilan Arab Saudi.

Raja Abdullah dan Yang Mulia Pangeran Al Hussein bin Abdullah II, Putra Mahkota harus mampu menjaga keamanan dan stabilitas.

Pernyataan itu muncul setelah penangkapan luas dilakukan di Amman sepanjang Sabtu (3/4/2021) malam.

Yang ditahan dilaporkan termasuk mantan kepala pengadilan Yordania Bassem Awadallah.

Pangeran Hamza bin Al Hussain, mantan Putra Mahkota Yordania, telah memposting video di mana dia mengklaim berada dalam tahanan rumah juga.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Raja Abdullah adalah mitra kunci Amerika Serikat.

AS tetap memberi dukungan penuh tengah laporan bahwa saudara tirinya Pangeran Hamza telah diinterogasi - mungkin sehubungan dengan dugaan persekongkolan untuk mengguncang negara.

Dalam sebuah email, juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan"

"Kami dengan cermat mengikuti laporan dan berhubungan dengan pejabat Jordania."

"Raja Abdullah adalah mitra utama Amerika Serikat, dan dia mendapat dukungan penuh dari kami."

Militer Jordania mengatakan Hamza bin Hussein, mantan putra mahkota, diminta untuk menghentikan tindakan yang digunakan untuk menargetkan keamanan dan stabilitas negara.

Orang-orang yang mengetahui perselingkuhan itu kepada Reuters, Minggu (4/4/2021) mengatakan bahwa itu mungkin terkait dengan plot untuk mengguncang negara.

Negara dan organisasi Arab juga menyatakan solidaritasnya dengan Raja Jordania.

Baca juga: Jordania Percepat Vaksinasi, Sebanyak 274.360 Orang Telah Disuntik Vaksin Covid-19

“Kami mengikuti dengan cermat peristiwa di Jordania .... " kata James Cleverly, Menteri Junior Kantor Luar Negeri Inggris.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved