Internasional
Pemimpin Kurdi Serukan dari Penjara, Bersatu Melawan Penindasan Erdogan
Mantan pemimpin partai pro-Kurdi Selahattin Demirtas telah meminta oposisi Turki untuk bersatu melawan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Mantan pemimpin partai pro-Kurdi Selahattin Demirtas telah meminta oposisi Turki untuk bersatu melawan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Dia beralasan penindasan meningkat dan bergerak memecah belah mereka, termasuk kasus pengadilan untuk melarang partainya.
Dipenjara sejak 2016 meskipun Barat menyerukan pembebasannya, Demirtas kepada Reuters, Senin (5/4/2021) mengatakan penentang Partai AK (AKP) yang berkuasa harus bersatu.
Dia menegaskan Erdogan dan sekutu nasionalisnya harus menyetujui prinsip-prinsip demokrasi bersama.
Bahkan, harus segera membentuk aliansi sekarang daripada menunggu sampai pemilihan yang dijadwalkan pada 2023.
“Semua partai-partai yang ingin berjuang berdampingan untuk demokrasi harus bersatu, ”kata Demirtas dalam menjawab pertanyaan tertulis dari penjara Edirne di baratlaut Turki.
Baca juga: Malang Benar Nasib Anggota Parlemen dari Partai Kurdi, Usai Rumah Sakit, Dijebloskan ke Penjara
Berbicara tentang kondisi pribadinya setelah 4,5 tahun di penjara, Demirtas mengatakan diamerasa sangat sehat, kuat dan dalam moral yang baik, dengan hati nurani yang bersih.
“Kami diculik dari rumah kami pada suatu tengah malam secara ilegal dan diubah menjadi sandera politik dan untuk itulah kami bangga, ”ujarnya.
“Mereka yang melemparkan kami ke sini merasa malu dan tertekan. Mereka telah masuk ke halaman sejarah yang kotor. "
Pengadilan Turki memvonis Demirtas bulan lalu 3,5 tahun penjara karena menghina presiden. Namun, kasus utamanya terus berlanjut.
Dia ditahan atas tuduhan terkait terorisme yang dia bantah.
Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (European Court of Human Rights / ECHR) mengatakan pemenjaraannya adalah untuk menutupi pluralisme dan debat.
Tetapi Turki telah mengabaikan seruannya untuk segera membebaskannya.
“Tekanan, penindasan dan kehancuran meningkat setiap hari. Jadi, tanpa menunggu pemilu, aliansi demokrasi yang sebenarnya mulai hari ini akan sangat berarti dan berharga, ”ujarnya kepada Reuters.
Dalam pemilihan lokal 2019, partai-partai oposisi bersekutu untuk memenangkan kendali atas kota-kota utama Turki dan memberikan pukulan kepada Erdogan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-turki-recep-tayyip-erdogan1.jpg)