Breaking News:

Eks Tripoli Kumpul di Aceh Utara

Eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang terdiri dari jebolan Tripoli, Libya, dan Panglima berkumpul di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)

Serambi Indonesia
Eks Tripoli dan mantan Panglima GAM dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh mengikuti rapat di Aceh Utara, Senin (5/4/2021). 

LHOKSUKON – Eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang terdiri dari jebolan Tripoli, Libya, dan Panglima berkumpul di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA) Aceh Utara di kawasan Desa Mancang, Kecamatan Samudera, Senin (5/4/2021). Berkumpulnya mereka guna mengikuti Rapat Ban Sigom Aceh, serta kongres perdana Komite Muallimin Aceh (KMA).

Seperti diketahui, eks Tripoli adalah personel mantan GAM yang pernah mengikuti latihan militer di Libya. Para panglima eks GAM dan Tripoli itu sudah hadir ke Aceh Utara pada Sabtu (4/4/2021) lalu, untuk mengikuti zikir dan doa bersama.

Dua agenda yang dilaksanakan Komite Peralihan Aceh (KPA) mendapat pengamanan dari puluhan personel Polres Lhokseumawe, dan Aceh Utara. Dari sejumlah eks Tripoli yang hadir tiga diantaranya adalah Ketua KPA Samudera Pase, Tgk Zulkarnaini Bin Hamzah, Sekretaris Jenderal KMA, Musa Abubakar dan Ketua DPW PA Pidie, H Sarjani Abdullah.

Rapat Ban Sigom Donya tersebut juga dihadiri para eks kombatan lainnya. Namun, rapat tersebut hanya diikuti Panglima Eks GAM dan Jebolan Tripoli. Bahkan, rapat tersebut berlangsung secara tertutup. Sehingga, hanya diikuti dari kalangan tertentu KPA saja. Malahan, peserta rapat tidak dibenarkan membawa masuk handphone ke ruang pertemuan di lantai dua.

“Hari ini, kami kembali mengadakan musyawarah untuk membahas persoalan tentang Mou Helsinki yang belum selesai antara Pemerintah RI dengan GAM,” ungkap Ketua KPA Pase, Tgk Zulkarnaini Bin Hamzah. Menurutnya, musyawarah tersebut digelar untuk mencari solusi, sehingga perdamaian yang sudah berlangsung 16 tahun dapat terus terbina.

Namun, diharapkan isi perjanjian tersebut dapat direalisasikan segera dan dapat dituntaskan secara menyeluruh. “Inilah harapan dan unek-unek daripada seluruh panglima wilayah, dan muallimin dari seluruh pelosok. Jadi kita tidak memiliki tujuan yang lain, selain memperbaiki Mou Helsinki, karena lemah sekali,” tegas Tgk Ni.

Sementara Sekretaris Jenderal KMA, Musa Abubakar menyebutkan, sampai saat ini masih banyak eks Tripoli yang ada di Aceh dan mayoritasnya hadir dalam rapat Ban Sigom Donya. “Kita harapkan, ke depan ada evaluasi terhadap butir-butir Mou Helsinki yang belum direalisasi sehingga dapat ditindalanjuti kembali,” ujar Musa.

Sementara Anggota DPD RI asal Aceh, Fahrurrazi MIP menyampaikan terimakasih kepada kepolisian dan TNI yang sudah membantu mengawal sehingga acaranya berjalan lancar. “Inti dari kongres adalah komitmen untuk menjaga perdamain dari eks Tripoli, dan Panglima wilayah,” ujar Fachrurrazi.

Sehari sebelumnya atau pada Sabtu (4/4/2021), Panglima Wilayah eks GAM dan jebolan Tripoli mengikuti zikir serta doa bersama di Makam Sultan Malikussaleh yang berada di Desa Beuringin Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Dalam kegiatan itu, KPA juga menyerahkan bantuan kepada puluhan yatim yang berasal dari kecamatan tersebut.

“Doa dan zikir bersama yang kita adakan ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi,” ujar Tgk Zulkarnaini Bin Hamzah. Selain itu, kata Tgk Ni, doa dan zikir bersama itu diadakan untuk silaturrahmi dan menjaga kekompakan dalam struktur komando GAM.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved