Pemko Sediakan 10.833 Paket, Pasar Murah di Taman Sari
Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) setempat
BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) setempat menyediakan 10.833 paket untuk lima jenis bahan kebutuhan pokok pada pasar murah yang digelar di Taman Bustanussalatin (Taman Sari), 5-8 April 2021.
Pasar murah tersebut digelar untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan bahan pokok murah menjelang bulan Ramadhan 1442 Hijriah. Sebagaimana diketahui, kegiatan pasar murah dilakukan serentak di seluruh Aceh, selama empat hari.
Sementara bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah di Banda Aceh terdiri dari beras sebanyak 1.000 paket, gula pasir 4.000 paket, minyak goreng 2.500 paket, tepung terigu 2.000 paket dan telur ayam ras 1.333 paket.
Untuk beras, per paketnya berisi 10 kilogram (kg), dijual dengan harga Rp 85.000/sak, pula pasir per paketnya berisi 2 kg Rp 20.000, minyak goreng per paketnya berisi 2 liter harga Rp 25.000, terigu per paket berisi 1 kg, dijual Rp 8.000, dan telur ayam per paketnya berisi 30 butir dijual Rp 31.000.
Kadisperindag Kota Banda Aceh, Muhammad Nurdin, seusai membuka pasar murah di Taman Bustanussalatin (Taman Sari), Senin (5/4/2021) mengatakan, pada pelaksanaan pasar murah tahun ini, Pemko memusatkannya pada satu lokasi.
Selain menggelar pasar murah, tambah Nurdin, Pemko Banda Aceh di lokasi yang sama juga melaksanakan bazar produk UMKM. Berbagai jenis makanan olahan setengah jadi dan siap saji dijual di 10 tenda berukuran 3x3 meter di lokasi bazar tersebut.
“Yang dijual mulai dari ikan kemamah siap saji, risol setengah jadi dan siap saji, makanan lainnya sampai beras fortivit produksi Bulog Aceh dijual di lokasi itu,” jelasnya.
Dikatakan, digelarnya secara bersamaan antara pasar murah dan bazar UMKM untuk memberikan pilihan dan memudahkan masyarakat kota dalam memenuhi kebutuhan jelang puasa. “Kalau hanya pasar murah, waktunya sangat singkat karena barang yang dijual cepat habis. Tapi karena disatukan dengan kegiatan bazar, di mana waktu penjualannya hingga sore, suasana di lokasi itu tetap ramai. Meski begitu, dalam pelaksanaannya tetap mengacu pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, tambah Nurdin, di setiap tempat penjualan makanan olahan, dijaga seorang petugas Satgas Protokol Kesehatan Kota. Sehingga warga yang ingin berbelanja harus antre dan menjaga jarak. Selain Satgas Protkes Sipil, Satgas Cegah Covid dari Polri dan TNI juga hadir di lokasi pasar murah dan bazar makanan.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Aceh, Irsan Nasution mengatakan, dalam pelaksanaan pasar murah ini, pihaknya ditugaskan untuk menyediakan lima jenis kebutuhan pokok.
Setiap daerah, katanya, akan mendapatkan alokasi beras sebanyak 10 ton (1.000 paket), minyak goreng sebanyak 5.000 liter (2.500 paket), gula pasir 8 ton (4.000 paket), tepung terigu 2 ton (2.000 paket) dan telur ayam 40.000 butir (1.333 paket).
Sebelum digelarnya pasar murah dan bazar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Taman Sari, kemarin, Pemko Banda Aceh melakukan penyaluran bantuan peralatan kerja kepada sejumlah pelaku usaha.
Peralatan kerja yang disalurkan Disperindagkop Kota Banda Aceh itu, berupa peralatan kerja tukang bangunan, gerobak sorong 1 unit, mesin bor tangan 1 unit, gerenda 1 unit, dan meteren 1 unit. Bantuan peralatan tukang ini diberikan kepada 90 orang tukang bangunan.
Selanjutnya alat jual juice, berupa 1 unit cup sealer, 1 unit blender, dan 1 unit juice extractor. Bantuan ini diberikan kepada 65 pedagang juice. Kemudian bantuan pelatan pangkas, berupa 1 unit alat potong rambut dan 1 unit alat potong rambut halus. Bantuan ini diberikan kepada 54 orang tukang pangkas.
Kemudian bantuan peralatan usaha prabot, berupa 1 unit mesin ketam, 1 unit bor tangan dan 1 unit gerenda. Bantuan ini diberikan kepada 75 orang tukang perabot. Bantuan alat las, berupa 1 unit bor tangan, 1 unit gerendra dan 1 unit travo las. Bantuan ini diberikan kepada 75 orang tukang las yang berada di wilayah Kota Banda Aceh.(her)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bulog-kanwil-aceh-di-taman.jpg)