Breaking News:

Nagan Juara Festival Seudati

Grup Seudati perwakilan Nagan Raya keluar sebagai juara dalam Festival Seudati Aceh yang berlangsung dua hari, 4-5 April 2021

Editor: bakri
SERAMBI/HENDRI
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Festival Seudati di Taman Budaya, Banda Aceh, Senin (5/4/2021). 

BANDA ACEH - Grup Seudati perwakilan Nagan Raya keluar sebagai juara dalam Festival Seudati Aceh yang berlangsung dua hari, 4-5 April 2021, di Taman Budaya, Banda Aceh. Festival itu resmi ditutup, Senin (5/4/2021) malam, dengan menampilkan sejumlah atraksi musik, seni, dan budaya.

Sementara juara dua Festival Seudati itu diraih utusan Aceh Utara, lalu juara tiga utusan Aceh Besar. Sementara juara harapan 1, Pidie Jaya, harapan 2 Bireuen, dan juara harapan 3 diraih oleh utusan Aceh Timur.

Festival Seudati Aceh dilaksanakan dengan dua sistem, daring dan luring. Kegiatan yang dipusatkan di taman Budaya ini menerapkan protokol kesehatan dan Pengunjung terbatas.

Festival itu diikuti oleh 10 sanggar dari 10 kabupaten/kota yang ada di Aceh. Kegiatan awalnya dilaksanakan secara hybrid melalui proses seleksi video. Setelah penilaian dewan juri, terpilih 6 finalis yang dapat mengikuti Grand Final dengan memperebutkan total hadiah 36,5 juta rupiah.

Malam puncak festival seudati ikut menampilkan talent-talent terbaik Aceh, Seperti Joel Pasee, Tangke, GLXI, The Praak, Phupa Ethanica dan tampilan penari Sanggar Nurul Alam. Malam puncak itu ikut dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPRA, Abdurrahman Ahmad dan Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) wilayah Sumut-Aceh, Rini Dewanti.

Dalam sambutannya Abdurahman Ahmad mengatakan, banyak hal bisa disampaikan melalui pertunjukkan seudati. "Apapun bisa dilakukan dalam seudati, bisa untuk berdakwah dan lain-lain," ujarnya.

Menurutnya, untuk membawa pesan-pesan tertentu melalui seudati, katanya ada para syeh yang lebih memahaminya. Selain itu, lanjutnya, saat ini seudati sudah menjadi objek wisata, sehingga dapat menjadi sebuah atraksi yang bisa dipertontonkan kepada para wisatawan.

"Sekarang ini Seudati sudah menjadi objek wisata,banyak turis - turis dalam maupun luar negeri ingin sekali melihat seudati, maka dari itu seudati akan berkembang dan tumbuh melalui festival-festival yang harus diadakan setiap tahun," tutur Abdurahman Ahmad.

Oleh karena itu, ia mengusulkan kepada Disbudpar Aceh agar bisa menggangarkan pertunjukkan seudati setiap tahun, agar seni budaya ini bisa terus berkembang. "Mungkin bisa dilakukan satu kegiatan atau hari khusus untuk pergelaran seni tari, sehingga banyak org yang datang mereka ingin melihat seudati atau seni yang lain yang khas dari Aceh," ujar Abdurrahman.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Aceh melalui Kabid Budaya dan Bahasa, Nurlaila Hamjah mengatakan, Festival Seudati 2021 Ini merupakan salah kegiatan yang sudah masuk dalam daftar kalender event nasional di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Selain Seudati, juga ada dua event lain yang masuk dalam kalender nasional, yaitu Festival Ramadhan dan Aceh Culinery Festival. Dalam Festival Seudati se-Aceh, ikut diramaikan dengan Festival Mural melalui tema Seudati dalam Mural.

Nurlaela menambahkan, karena masih dalam kondisi pandemi, kegiatan dilaksanakan secara offline dan live streaming sehingga dapat dinikmati secara luas oleh banyak kalangan.

Dikatakan, even ini bertujuan untuk membuka ruang para seniman melakukan pertunjukan karya, melatih kerja sama, menambah pengalaman bersosialisasi, dan memberikan apresiasi terhadap karya seni serta menumbuhkan motivasi berkesenian.

Nurlaela mengatakan, pertunjukan ini juga memiliki target memperkenalkan keindahan dan keragaman warisan seni masyarakat Aceh yang mempunyai filosofis tinggi, penuh symbol dan bersifat religius, sebagai salah satu daya tarik agar wisatawan semakin banyak datang ke Aceh.(mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved