Breaking News:

60 Napi Jalani Rehabilitasi Atasi Ketergantungan Narkoba

Sebanyak 60 dari 596 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Banda Aceh mulai hari ini menjalani program

SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NASIR
Tim Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Aceh melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Lapas Banda Aceh di Lambaro, Selasa (6/4/2021) malam. 

BANDA ACEH - Sebanyak 60 dari 596 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Banda Aceh mulai hari ini menjalani program rehabilitasi narkoba di LP tersebut.

Program rehabilitasi narkoba dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Aceh, Drs Meurah Budiman SH MH di Aula LP Kelas IIA Banda Aceh, Rabu (7/4/2021) pagi.

Peresmian program rehab tersebut ditandai dengan pengalungan badge tanda peserta secara simbolis oleh Kakanwil Kemenkumham Aceh kepada dua napi mewakili semua peserta yang ikut program rehabilitasi.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan naskah kerja sama antara LP Kelas IIA Banda Aceh dengan Puskesmas Ingin Jaya, Aceh Besar, Yayasan Rehabilitasi Rumoh Rehabilitasi Geutanyoe, dan Yayasan Rehabilitasi Generasi Emas Aceh.

Program rehabilitasi narkoba ini berlangsung enam bulan menggunakan dana dari DIPA LP Banda Aceh. Kegiatan yang dilaksanakan pada masa rehabilitasi ini, antara lain, seminar tentang bahaya narkoba, bimbingan keagamaan, konseling individual dan dinamika kelompok, serta kegiatan terapi kelompok lainnya.

Menurut Kepala LP Banda Aceh, Drs Said Mahdar SH, di LP yang ia pimpin itu sekarang terdapat 596 narapidana (napi). Sekitar 400 orang di antaranya merupakan napi kasus narkoba. Ada yang pemakai, pengedar, bahkan bandar narkoba (sabu-sabu, ekstasi, dan ganja).

Tahun lalu, napi narkoba di LP Banda Aceh yang menjalani program rehabilitasi mencapai 100 orang. "Tapi tahun ini hanya 60 orang yang direhabilitasi karena terjadi pengurangan anggaran akibat refocusing untuk penanganan Covid-19," kata Said Mahdar.

Ia berharap, tahun depan dan tahun berikutnya bisa lebih banyak lagi warga binaan di LP tersebut yang dapat mengikuti program rehabilitasi ini, mengingat total napi narkoba di LP Banda Aceh lebih dari 400 orang.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Aceh, Drs Meurah Budiman MH berpesan agar para peserta benar-benar serius mengikuti tahap demi tahap program rehabilitasi tersebut.  "Jangan hanya sekadar untuk mengisi kekosongan belaka," imbuhnya.

"Tanamkan tekad di hati masing-masing untuk tidak lagi bersentuhan dengan narkoba. Ini demi kebaikan masa depan Anda, anak istri, dan keluarga besar Anda," kata Meurah Budiman.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved