Breaking News:

Bappeda dan Biro Pembangunan Tinjau Proyek Multiyears

Bappeda Aceh bersama Tim P2K APBA Setda Aceh dan Biro Pembangunan Setda Aceh, Rabu hingga Sabtu (7-8/4/2021) akan turun ke lapangan

For Serambinews.com
TM Ahmad Dadek SH. 

BANDA ACEH - Bappeda Aceh bersama Tim P2K APBA Setda Aceh dan Biro Pembangunan Setda Aceh, Rabu hingga Sabtu (7-8/4/2021) akan turun ke lapangan untuk meninjau 10 paket proyek fisik yang dikontrak secara multiyears atau multiyears contract (MYC).

“Kunjungan kerja itu kita mulai dari meninjau kelanjutan pembangunan jalan tembus lintas tengah, Jantho-Lamno dan lokasi pembangunan gedung Oncology RSUZA,” kata Kepala Bappeda Aceh, H T Ahmad Dadek SH kepada Serambi, Rabu kemarin.

Dadek mengatakan, pada tahun anggaran 2021 ini, sedikitnya ada 10 paket proyek infrastruktur jalan, jembatan maupun gedung yang pembangunannya dikontrakkan secara MYC. Antara lain lanjutan pembangunan jalan tembus lintas tengah Aceh, ruas  Jantho (Aceh Besar)-Batas Aceh Jaya (Lamno).

“Tahun ini anggaran untuk kelanjutan pembangunan ruas jalan itu dialokasikan sekitar Rp 50,93 miliar. Anggaran itu untuk pekerjaan pelebaran badan jalan, penurunan ketinggian badan jalan dan pengaspalan badan jalan sepanjang 6 kilometer dengan lebar 6 meter, ditambah bahu jalan kanan-kiri masing-masing 1,5 meter, sehingga lebar badan jalannya nanti menjadi 9 meter,” sebut Dadek.

Tahun depan lanjut dia, akan dialokasikan lagi sekitar Rp 91,01 miliar, sehingga total anggaran untuk penyelesaian paket proyek jalan Jantho-Lamno menjadi sekitar Rp 141,94 miliar. Diharapkan pada akhir Desember tahun depan, proyek pembangunan jalan tembus itu bisa tuntas 100 persen.

Dadek menyebutkan, hasil peninjauan ke lokasi paket proyek MYC Jantho-Lamno, realisasi pekerjaan fisiknya baru berjalan sebesar 5,3 persen, antara lain berupa pengerukan tebing untuk penurunan ketinggian dan pelebaran badan jalan.

Usai menunjau proyek jalan Jantho-Lamno, kunjungan dilanjutkan ke lokasi paket proyek pembangunan Gedung Oncology Center di Kompleks RSUZA lama. Pembangunannya dikontrakkan kepada PT Adhi Persada Gedung mulai 2 Februari 2020 hingga 19 Desember 2021. “Untuk tahun 2020 lalu telah dialokasikan anggaran Rp 52,10 miliar, tahun 2021 ini ditambah lagi sebesar Rp 167,55 miliar,” sebut Dadek.

“Untuk pekerjaan tahun ini realisasi fisiknya masih rendah, baru 29,8 persen dari target 36 persen. Kita harapakan kekurangan target realisasi pekerjaan bulan lalu itu bisa dikejar pada bulan ini dan bulan berikutnya, sehingga pada tanggal 19 Desember 2021, pekerjaannya bisa tuntas 100 persen,” tegas Dadek.

Selesai meninjau Proyek Gedung Onkologi Center, Kepala Bappeda Aceh  bersama Tim P2K dan Biro Pembangunan Setda Aceh melanjutkan perjalannya untuk meninjau paket proyek pembangunan jalan tembus yang dikontrakkan secara MYC di berbagai daerah.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved