Breaking News:

Polda Tangkap 13 Pengedar Narkoba, Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu dan 194 Kg Ganja

Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh bersama personel gabungan lainnya berhasil menangkap 13 pengedar narkoba

SERAMBI/ SUBUR DANI
Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, bersama Wakapolda, Brigjen Pol Raden Purwadi, dan pejabat lainnya memperlihatkan barang bukti sabu dan ganja kering yang berhasil disita dari para tersangka dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Rabu (7/4/2021). 

BANDA ACEH - Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh bersama personel gabungan lainnya berhasil menangkap 13 pengedar narkoba. Dalam operasi yang ikut melibatkan jajaran Direktorat Tippid Narkoba Bareskrim Polri, Polresta Banda Aceh, Polres Aceh Timur, dan Bea Cukai Wilayah Aceh, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan 50 kilogram (Kg) sabu-sabu yang dilakukan oleh anggota jaringan narkoba internasional dan peredaran 194 Kg ganja kering oleh sindikat yang selama ini menyasar sejumlah provinsi di Indonesia.

"Polda Aceh berhasil menangkap 13 tersangka pengedar narkoba. Mereka terdiri atas empat tersangka kasus sabu dan sembilan tersangka kasus ganja," kata Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil, dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, kawasan Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (7/4/2021).

Pada kesempatan itu, Kapolda didampingi Dirresnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari, Kakanwil Bea Cukai Aceh, pejabat Dittipid Narkoba Bareskrim Polri, dan sejumlah pejabat utama Polda Aceh lainnya. Ke-13 tersangka dan barang bukti yang berhasil disita petugas turut dihadirkan dalam konferensi pers tersebut.

Irjen Pol Wahyu Widada dalam keterangannya menyebutkan, narkoba yang berhasil disita dalam kasus itu adalah sabu-sabu seberat 50 Kg dan ganja kering sebanyak 194 Kg. Menurut Kapolda, empat tersangka kasus sabu-sabu yaitu ZK yang berperan sebagai pemantau jalan, KR sebagai pemantau kondisi di darat, ZK (tekong boat), dan ZR (pemantau jalan).

"ZK yang pertama ditangkap di Desa Bagok, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, kemudian KR ditangkap di Idi, Aceh Timur. Sedangkan dua tersangka lain yaitu ZK dan ZR, ditangkap di depan Mapolsek Idi Rayeuk, Aceh Timur,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, sabu-sabu yang beratnya sekitar 50 Kg tersebut didaratkan dengan boat 30 GT melalui perairan Aceh Timur. "Pada bulan Maret 2021, tim mengejar kapal yang diduga membawa narkotika jenis sabu-sabu. Dalam operasi itu, tim berhasil menangkap empat tersangka. Barang bukti yang disita berupa dua karung goni warna putih berisi 25 bungkusan bermerek Qing Shan. Di dalamnya ternyata sabu-sabu seberat 50 kilogram," ungkap Kapolda.

Sedangkan dalam kasus peredaran ganja kering, lanjut Irjen Pol Wahyu Widada, tim menangkap sembilan tersangka yaitu SA, HM, FT, AK, NA, IH, MJ, MH, dan IL. Ia menjelaskan, peredaran ganja kering ini diketahui berawal dari informasi masyarakat bahwa ada pengiriman ganja dari Aceh via ekspedisi ke Palembang, Jakarta, dan Bogor.

Rencana tersebut, menurut Kapolda, terendus oleh anggota yang melakukan tracking (pelacakan) terhadap kelompok itu. Sehingga, kata Wahyu, para tersangka berhasil ditangkap petugas di sejumlah lokasi berbeda dalam wilayah Banda Aceh dan Pidie sebelum barang haram itu berhasil dikirim ke luar daerah.

"Setelah dilakukan pengembangan, ternyata kelompok ini merupakan jaringan peredaran narkoba jenis ganja dari Aceh ke Palembang, Jakarta, dan Bogor. Sebelumnya, mereka juga sudah mengirim ganja seberat 800 kilogram," jelas Wahyu Widada.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil, menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penanganan terhadap kasus-kasus peredaran narkoba termasuk upaya penegakan hukum. "Kita tidak akan berhenti, tapi akan terus melakukan berbagai upaya untuk melawan dan mengungkap kasus peredaran narkoba di Aceh. Saya selalu tegaskan bahwa narkoba adalah musuh kita bersama," tegas jenderal bintang dua ini

Kapolda juga meminta dukungan dan kerja sama dari masyarakat agar tidak segan-segan memberi informasi kepada aparat penegak hukum jika mengetahui adanya peredaran narkoba. Seperti dua kasus kali ini, menurut Wahyu Widada, berhasil diungkap berkat informasi dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dan ditangani dengan cara kolaborasi, konsistensi, dan keuletan para petugas di lapangan.

Keberhasilan mengungkap peredaran kedua jenis narkoba tersebut, tambah Irjen Pol Wahyu Widada, berarti dapat menyelamatkan generasi emas Aceh sebanyk 250.000 jiwa dari pengaruh sabu, dan 388.000 jiwa dari pengaruh ganja. "Jadi, total generasi emas Aceh yang berhasil kita selamatkan dengan pengungkapan kasus sabu dan ganja ini sebanyak 638.000 jiwa," tutup Kapolda Aceh. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved