Breaking News:

500 Ribu Warga Aceh Akan Terima Bantuan Pangan Non Tunai

Sebanyak 500 ribu warga Aceh yang masuk dalam kelompok penerima manfaat (KPM) akan menerima bantuan pangan non tunai (BPNT)

SERAMBI/HENDRI
Direktur Kelembagaan PT Pos Indonesia, Nezar Patria (dua kanan), memberi penjelasan dalam pertemuan di Kantor Harian Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (8/4/2021). 

* Disalurkan Oleh PT Pos Indonesia dan Bank Aceh Syariah

BANDA ACEH - Sebanyak 500 ribu warga Aceh yang masuk dalam kelompok penerima manfaat (KPM) akan menerima bantuan pangan non tunai (BPNT) sebesar Rp 200.000 per orang. Bantuan itu akan disalurkan oleh PT Pos Indonesia bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah. Sementara penyalurannya dijadwalkan berlangsung mulai April ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur Kelembagaan PT Pos Indonesia, Nezar Patria, dalam pertemuan silaturahmi dengan jajaran pimpinan Harian Serambi Indonesia, Kamis (8/4/2021) siang. Pada kesempatan itu, Nezar didampingi Kepala Regional 1 Sumatera Utara dan Aceh PT Pos Indonesia, Kiagus Muhammad Amran, serta Kepala Kantor Pos Banda Aceh, Fendi Anjasmara.

Sementara dari Serambi Indonesia, hadir Pemimpin Umum, H Sjamsul Kahar, Pemimpin Perusahaan, Mohd Din, Pemimpin Redaksi, Zainal Arifin M Nur, News Manager, Bukhari M Ali, Manajer Produksi, Jamaluddin, Manajer Iklan, Hari Teguh Patria, Manajer Umum dan Percetakan Komersil, Firdaus D, Manajer Promosi dan EO, M Jafar, serta sejumlah wartawan.

"Pemerintah mencanangkan sejumlah bantuan pangan non tunai, yang rencananya mulai April ini didistribusikan ke seluruh Nusantara. Untuk Aceh, ada 500 ribu warga penerima manfaat yang layak untuk mendapat bantuan senilai 200.000 rupiah ini," kata Nezar Patria dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Harian Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Dalam acara tersebut, Nezar juga menjelaskan beberapa hal terkait program bantuan pangan non tunai. Kunjungan atau lebih tepat disebut kepulangan Nezar Patria ke Aceh kali ini, selain untuk melakukan pertemuan dengan sejumlah lembaga dalam rangka mensosialisasikan berbagai program PT Pos Indonesia, juga untuk menyiapkan penyaluran bantuan pangan non tunai dimaksud.

Putra H Sjamsul Kahar ini menyebutkan, untuk menyukseskan program tersebut, PT Pos Indonesia harus bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah sebagai bank yang akan menyalurkan bantuan itu kepada kelompok penerima manfaat.

Untuk itu, kemarin, Nezar Patria atas nama PT Pos Indonesia menandatangani MoU dengan Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman. Penandatanganan kerja sama itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai. Dalam perpres tersebut dinyatakan bahwa bantuan non tunai--termasuk bantuan pangan non tunai (BPNT)--harus dilakukan oleh anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) yaitu Bank BNI 46, Bank BRI, dan Bank Mandiri.

Sementara di Aceh baru saja terjadi konversi dari bank konvensional ke syariah ditambah lagi saat ini sedang berproses ke Bank Syariah Indonesia (BSI). "Proses peralihan itu tidak mungkin selesai dalam waktu dekat, sedangkan Gubernur Aceh sudah mengirim surat ke Menteri Sosial (Mensos) agar pemerintah bisa menyalurkan bantuan pangan non tunai ini melalui Bank Aceh Syariah. Jadi, Kemensos menimbang permintaan ini," kata mantan Pemimpin Redaksi (Pemred) The Jakarta Post tersebut.

Persoalan perubahan regulasi bank, kata Nezar, memang membuat proses penyaluran bantuan itu sedikit terhambat. "Jadi, di sini ada semacam absensi Aceh dalam peta penyaluran bantuan karena instrumen yang terbentur dengan transformasi tadi. Sehingga, kita ambil inisiatif agar Bank Aceh Syariah bisa ikut dalam penyaluran bantuan non tunai ini," katanya.

Nezar yakin, Bank Aceh Syariah bisa bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dalam menyalurkan bantuan tersebut kepada seluruh kelompok penerima manfaat di Aceh. "Kami melihat ada peluang Bank Aceh berperan dalam hal ini. Lalu, kami menawarkan satu MoU. Karena PT Pos Indonesia sejak tahun 2004 lalu mendapat amanah dari negara untuk menyalurkan bantuan sosial dalam berbagai bentuk, termasuk bantuan sosial tunai. Totalnya, sudah lebih dari 30 triliun rupiah bantuan sosial yang disalurkan PT Pos Indonesia untuk 10 juta penerima manfaat," ungkapnya.

Inisiatif PT Pos Indonesia menggandeng Bank Aceh Syariah untuk penyaluran ini, lanjut Nezar, supaya Aceh tidak sampai terlewatkan karena harus menunggu proses konsultasi BSI. Sebab, hal itu bisa saja menyebabkan penyaluran bantuan tersebut ditunda. "Ada kemungkinan proses peralihan ini tertangguhkan sementara akibat pandemi Covid-19, impact ekonomi cukup dalam, sedangkan masyarakat sangat membutuhkan bantuan. Kami yakin, Bank Aceh Syariah siap menyalurkan bantuan pangan non tunai. Saya juga yakin, kerja sama Bank Aceh Syariah dengan 150 cabang di seluruh Aceh dan PT Pos Indonesia dengan cabang-cabangnya akan menjadi kolaborasi bagus dalam penyaluran bantuan tersebut," jelas Nezar Patria.

Pertemuan singkat itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Nezar juga mengakui bahwa ia seyogyanya adalah bagian dari keluarga besar Serambi Indonesia. "Hari ini saya datang dengan baju berbeda, kalau biasa Dewan Pers. Memang ada sedikit kecanggungan, karena saya datang ke tempat di mana ayah saya bekerja. Anggap saja ini kunjungan profesional. Nanti, yang emosional di warkop (warung kopi-red)," ucap Nezar yang membuat seisi ruangan tertawa.

Dalam pertemuan itu, Nezar juga menyebutkan, jika merujuk pada tahun pertama ada sejak zaman VOC pada tahun 1746 silam, PT Pos Indonesia sekarang sudah berusia 275 tahun. "Saat ini, PT Pos Indonesia punya 4.800 cabang di Indonesia. Jaringan terbesar yang dimiliki oleh perusahaan karier. Pegawainya 23 ribu orang, revenue 2019 meningkat 5,1 triliun rupiah," pungkas Nezar Patria. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved