Breaking News:

ASN Pemerintah Aceh Pulang Lebih Cepat Selama Ramadhan, Soal Mudik belum Keluarkan Aturan

Pemerintah Aceh melakukan penyesuaian jam kerja selama bulan Ramadhan. Jam kerja pegawai dari biasanya 9 jam sehari

Serambinews.com
Muhammad Iswanto SSTP, MM 

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melakukan penyesuaian jam kerja selama bulan Ramadhan. Jam kerja pegawai dari biasanya 9 jam sehari, diperpendek menjadi 6,5 jam. Dengan demikian, waktu pulang juga menjadi lebih cepat, dari biasanya pukul 17.00 menjadi pukul 15.00 WIB.

Penyesuaian jam kerja bagi pegawai Pemerintah Aceh ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Aceh tentang penetapan jam kerja pada bulan Ramadhan untuk pegawai di Pemerintah Aceh.

Dalam SE itu disebutkan jika jam kerja pegawai selama bulan Ramadhan dimulai dari pukul 8.30 hingga 15.00 WIB, dan pada hari Jumat dari pukul 8.30 hingga pukul 16.00 WIB. Jam kerja pada hari Jumat lebih lama karena ada penyesuaian waktu istirahat siang.

Ini berarti selama bulan Ramadhan, jam kerja pegawai dipersingkat menjadi sekitar 6,5 jam per hari. Bandingkan dengan hari-hari biasa di luar bulan Ramadhan yang mencapai 9 jam per hari, mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB.

"Bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh, ditetapkan jam kerja dalam bulan Ramadhan tahun 1442 H/2021 M yang menyesuaikan waktu istirahat dengan waktu shalat Zuhur/Jumat di Aceh," kata Iswanto mengutip SE Gubernur bernomor 061.2/6976 itu.

Meski jam kerja berubah, tetapi pakaian dinas tetap seperti biasa. Iswanto mengatakan, para pegawai baik PNS maupun non-PNS tetap mengenakan pakaian dinas seperti hari-hari biasa, atau sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 065/4879 tanggal 18 Maret 2016 dengan ketentuan Pakaian Dinas PNS.

Dimana pada hari Senin dan Selasa memakai PDH warna khaki, PDH kemeja putih pada hari Rabu, dan celana/rok warna hitam/gelap pada hari Kamis. Sedangkan untuk hari Jumat tetap memakai PDH batik motif Aceh atau pakaian muslim/muslimah.

"Diharapkan kita bisa sama-sama mengawasi berjalannya aturan kepatuhan jam kerja Aparatur Sipil Negara di lingkungan instansi/unit kerja masing masing," pinta Iswanto.

Iswanto menambahkan, Edaran tersebut juga menekankan tentang upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemerintah Aceh. Di mana sistem kerja tetap berpedoman pada Surat Gubernur Aceh Nomor 440/14418 tanggal 6 Oktober 2020 perihal Sistem Kerja Bagi PNS komorbid dan SOP pemeriksaan PCR ASN.

Gubernur, kata Iswanto, juga mengimbau kepada Bupati dan Wali Kota, pimpinan instansi vertikal kementerian dan non-kementerian, serta BUMN/BUMD dan perbankan, serta instansi Pemerintah Aceh di luar Aceh agar dapat menyesuaikan jam kerja sesuai dengan surat edaran tersebut.

Aturan terkait mudik

Sementara terkait mudik, Muhammad Iswanto mengatakan, untuk saat ini belum ada surat edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Aceh. Namun dia mengatakan akan ada surat edaran menjelang Lebaran Idul Fitri nanti. Surat edaran itu akan dikeluarkan mengikuti instruksi Pemerintah Pusat.

“Lebaran kan masih lama, mungkin nanti akan ada surat edaran juga jelang lebaran yang mengatur soal mudik, karena kita memang masih dalam kondisi Covid-19,” ucapnya.

Sedangkan untuk Ramadhan, tidak ada istilah PNS atau pegawai melakukan mudik. Semuanya tetap bekerja seperti biasa, hanya jam kerja yang berubah. “Kalau puasa kan memang tidak libur, jadi tetap kerja seperti biasa, tidak ada libur,” pungkas Muhammad Iswanto.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved