Breaking News:

Berita Aceh Timur

Angkatan Laut Thailand Tangkap Kapal Nelayan Idi, Aceh Timur, 32 ABK Ditahan

Kapal Motor Rizki Laot, milik nelayan Idi, beserta 32 abk-nya diamankan oleh pihak keamanan angkatan laut negara Thailand, Jumat (9/10/2021) pagi

Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
Dok PPN Idi
Kapal Motor Rizki Laot, milik nelayan Idi, beserta 32 abk-nya diamankan oleh pihak keamanan angkatan laut negara Thailand, Jumat (9/10/2021) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. 

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kapal Motor Rizki Laot, milik nelayan Idi, beserta 32 abk-nya diamankan oleh pihak keamanan angkatan laut negara Thailand, Jumat (9/10/2021) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Seluruh ABK KM Rizki Laot ini sebenarnya 34 orang, tapi dua orang berhasil menyelamatkan diri menggunakan boat jalur dan Minggu dini hari sudah tiba di Kuala Idi dengan selamat.

Hal itu dikatakan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Aliman SPi, MSi, melalui Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Idi, Ermansyah, Minggu (11/4/2021).

Baca juga: 4 Datok Penghulu Aceh Tamiang Ditangkap, Keluar Bersama 3 Wanita di Tempat Hiburan di Medan

Ermansyah mengatakan, KM Rizki Laot itu ditangkap karena melewati batas negara dan memasuki wilayah perairan Thailand, yang saat itu angkatan laut negara Thailand sedang melakukan patroli.

Informasi terkini, ungkap Ermansyah, ke 32 ABK tersebut sudah dibawa ke darat menuju provinsi Phang Ga, Thailand.

"Kami saat ini sedang melaporkan kepada KKP RI, Kemenlu, untuk melakukan pendampingan terhadap para ABK ini dalam proses pemeriksaan nantinya," ungkap Ermansyah.

Baca juga: Harga Daging Meugang di Aceh Besar dan Banda Aceh Rp 180 Per Kilogram

Dengan KM Rizki Laot ini, ungkap Ermansyah, sudah empat kapal nelayan Idi yang ditangkap pihak keamanan Thailand, dan semuanya ABK nya sudah dipulangkan.

Sedangkan di Myanmar sudah dua kapal nelayan Idi, yang ditangkap dan semua ABK nya juga sudah dipulangkan, dan satu orang nahkodanya masih menjalani tahanan.

Ermansyah mengatakan pihaknya selalu memberikan sosialisasi kepada nelayan agar tidak melewati batas negara, saat hendak pergi melaut, karena potensi ikan di laut Indonesia juga masih banyak.

Baca juga: Aroma Rempah Dalam Tradisi Meugang di Aceh

"Jadi kita imbau nelayan jangan lagi melewati batas laut, karena aparat kemanan mereka juga melakukan patroli.

Apabila sudah ditangkap proses pemulangannya sangat repot karena melibatkan lintas negara," ungkap Ermansyah.

Sebelumnya KM Rizki Laot dengan 34 ABK nya berangkat berlayar pada 2 April 2021 pukul 16.00 WIB sore.

Kemudian ditangkap 9 April 2021 pagi. 32 orang ABK nya ditahan, dan 2 orang berhasil melarikan diri dan tiba dengan selamat di Kuala Idi, Minggu pagi. (*)

Baca juga: Heboh, 1 Ton Ikan Kuwe Muncul di Air Terjaring Pukat Nelayan, Ini Kejadian Kedua Bikin Nelayan Heran

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved