Breaking News:

Berita Banda Aceh

Harga Daging Meugang di Aceh Besar dan Banda Aceh Rp 180 Per Kilogram

Harga jual daging sapi di hari pertama meugang di Banda Aceh dan Aceh Besar  mencapai Rp 180.000 per kilogram, Sabtu, (11/4/2021)

SERAMBINEWS.COM/HENDRI
Suasana lapak daging di Pasar Lambaro Aceh Besar, Minggu (11/4/2021). Harga jual daging sapi di hari pertama meugang di Banda Aceh dan Aceh Besar mencapai Rp 180.000 per kilogram 

Laporan Hendri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga jual daging sapi di hari pertama meugang di Banda Aceh dan Aceh Besar  mencapai Rp 180.000 per kilogram, Sabtu, (11/4/2021).

Mahalnya harga daging tersebut disebabkan masyarakat di seluruh Aceh ramai-ramai membeli daging sapi untuk tradisi meugang dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Berdasarkan pantauan, baik di Banda Aceh atau Aceh Besar, meski harga daging tergolong mahal dibandingkan hari biasanya yang hanya Rp 130.000 per kilogram.

Para pembeli tetap ramai mendatangi sejumlah lapak penjual daging di sejumlah tempat.

Baca juga: Aroma Rempah Dalam Tradisi Meugang di Aceh

Seperti halnya di Pasar Lambaro,tetap ramai diserbu warga.

Selain itu, di lapak pedagang musiman pada setiap persimpangan juga nampak dipenuhi para pemburu daging untuk kebutuhan meugang.

Seorang pedagang daging di Pasar Lambaro, Nasril mengatakan harga daging meungang berkisar sekitar Rp 160.000- Rp 180.000 berdasarkan jenis daging.

“Dari pukul 7.00 WIB kita buka lapak, alhamdulilah sudah ratusan pembeli yang datang,” katanya.

Dia mengaku, dibandingkan dengan tahun lalu, pada tahun ini jumlah pembeli berkurang hingga 30 persen.

Baca juga: 4 Datok Penghulu Aceh Tamiang Ditangkap, Keluar Bersama 3 Wanita di Tempat Hiburan di Medan

“Tahun ini, agak sedikit sepi, dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

Seperti diketahui bersama, pada hari meugang masyarakat Aceh membeli daging untuk dimasak, dan kemudian menyantapnya bersama-sama keluarga.

Tak jarang turut diundang pula tetangga, anak yatim, dan fakir miskin untuk bersama-sama menikmati hidangan.

Dalam tradisi yang telah dijalankan secara turun menurun di Aceh, dilaksanakan untuk mempeerat tali kebersamaan antas sesama.(*)

Baca juga: Sambut Ramadhan 1442 H, Ini Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Atau Junub Bagi Pria dan Wanita

Penulis: Hendri Abik
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved